Berita Kriminal

Penemuan Mayat Bayi Membusuk di Kontrakan Kawasan Ciracas, Polisi Buru Orang Tua Korban

Unit Reskrim Polsek Ciracas buru orang tua yang membiarkan bayi membusuk di sebuah kontrakan di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Panji Baskhara
Ilustrasi
Foto Ilustrasi: Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono mengatakan pihaknya memburu orang tua yang membiarkan bayinya membusuk di sebuah kontrakan, Jalan Masjid Al Islah, RT 03 RW 07, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. 

TRIBUNBEKASI.COM - Sesosok mayat bayi ditemukan membusuk di kontrakan, Jalan Masjid Al Islah, RT 03 RW 07, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Jajaran Unit Reskrim Polsek Ciracas hingga saat ini masih mencari siapakah orang tua yang tega membuang mayat bayi di dalam kontrakan tersebut.

Kapolsek Ciracas, Kompol Jupriono, menjelaskan, bayi yang diperkirakan berusia sekira satu tahun itu ditemukan pada Jumat (5/8/2022).

Namun, hingga saat ini, Selasa (9/8/2022), polisi masih cari tahu siapakah identitas orang tua korban, termasuk keberadaannya.

Baca juga: Kejam, Sepasang Remaja di Indramayu Kubur Hidup-hidup Bayi yang Baru Lahir

Baca juga: Merasa Tak Puas dengan Putusan Hakim, Asosiasi Advokat Indonesia Minta Pemerkosa Bayi Juga Dikebiri

Baca juga: Bau Limbah Popok Bayi di Karawang Bikin Resah, Ketua RT Desa Mekarjaya: Sudah Ada Sejak 1 Bulan Lalu

"Ada penemuan mayat anak-anak. Orang tuanya masih dalam pencarian," kata Jupriono, pada Selasa (9/8/2022).

Diketahui sebelumnya, lingkungan rumah warga RT 03/07, Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, sempat heboh dengan penemuan satu mayat bayi yang terdapat di dalam kontrakan.

Ketua RT 03/RW 07, Nimun, mengungkapkan jenazah bayi yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu nampak ditemukan dalam keadaan membusuk.

Lebih lanjut, Nimun juga belum mengetahui secara detail terkait identitas dari kedua orang tua bayi tersebut.

Mengingat, penghuni kontrakan tersebut, yang diduga Nimun adalah orangtua pembuang bayi baru dirasanya tinggal di tempat itu selama dua bulan.

"Orang tua si bayi itu kita belum kenal, karena mereka sama sekali ketika masuk ke kontrakan hanya janji saja memberikan KTP."

"Tapi sampai terjadinya masalah tidak ada sama sekali," jelas Nimun, Senin (8/8/2022).

(Wartakotalive.com/M37)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved