Berita Bekasi

Kasus Pungutan Liar PTSL di Desa Lambangsari, Kejari Kabupaten Bekasi Bidik Tersangka Lain

kasusnya masih dalam proses penyidikan, tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus pungli PTSL tersebut.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Warta Kota
Ilustrasi Sertifikat Tanah -- Penyelidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) penyelenggaraan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, masih terus dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi. 

Namun demikian, Dwi tak menyebutkan secara pasti alasan PH mengajukan penangguhan penahanan.

Ia mengatakan apabila PH benar mengalami sakit, pihaknya akan langsung membawa PH ke rumah sakit tanpa harus mengajukan penangguhan penahanan.

Baca juga: Inilah 4 Modus yang Biasa Dilakukan Mafia Tanah dalam Mencuri Tanah Masyarakat

"Tidak ada menyebutkan alasan dalam pengajuan permohonan penangguhan tahanannya. Kalau pembantaran, pasti kami akan lakukan jika memang ada kebutuhan mendesak yang mengharuskan tersangka dilakukan perwatan medis," tuturnya.

Dwi menambahkan pihaknya masih akan mempertimbangkan permohonan penangguhan tahanan tersebut. Kini, PH masih berada di Rutan Polres Metro Bekasi.

"Akan kami kaji dulu permohonannya. Sekarang tersangka masih di rutan polres," kata Dwi.

 
BERITA VIDEO : KARANG TARUNA WADAHI KREASI SENIMAN MURAL

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menetapkan Kepala Desa Lambangsari berinisial PH, sebagai tersangka atas kasus dugaan pungutan liar (pungli) penyelenggaraan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi 2021.

PH diduga menginstruksikan para perangkat desa, ketua RW dan RT untuk mengutip uang sebesar Rp 400.000 kepada setiap pemohon.

Kejari mengestimasi terdapat 1.165 sertifikat warga yang pemohonnya berasal dari tiga dusun.

Total uang yang terkumpul dari hasil pungutan liar tersebut sebesar Rp 466 juta. 

Nasib Desa Lambangsari

Desa Lambangsari di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi kini masih dalam masa kekosongan jabatan kepala desa (kades).

Hal itu terjadi setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menangkap oknum kades berinisial PH yang diduga terlibat dalam kasus pungutan liar (pungli) penyelenggaraan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pada Selasa (2/8/2022) lalu.

Menanggapi kekosongan jabatan kades di Desa Lambangsari, Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dani Ramdan menjelaskan pihaknya tengah menyusun administrasi untuk berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Sekarang kami akan susun proses administrasi, sedang kami konsultasikan ke Kemendagri," kata Dani saat ditemui di Cikarang, Senin (8/8/2022).

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved