Berita Bekasi

Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Tertinggi di Jabar, Mas Tri Klaim Pemicunya Karena Aktivitas Warga

Meskipun angka kasus Covid-19 di Kota Bekasi mengalami kenaikan, namun kasus sembuh pun juga diakui oleh Mas Tri cukup banyak.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN — Kasus aktif Covid-19 di Provinsi Jawa Barat terus mengalami kenaikan, bahkan pada Rabu (10/8/2022) kemarin tercatat total ada 16.826 kasus aktif di Jawa Barat.

Dari total kasus aktif Covid-19 tersebut Kota Bekasi menjadi salah satu penumpang terbanyak se-Jawa Barat.

Berdasarkan data per tanggal (10/8) di https://dashboard.jabarprov.go.id, Kota Bekasi mencatat ada 2.824 kasus aktif, disusul Kota Depok 6.961 kasus aktif menjadi kasus yang paling tinggi.

Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan kenaikan kasus Covid-19 di Kota Bekasi dipengaruhi karena faktor meningkatkan aktivitas masyarakat, sehingga hal ini menjadi pengaruh terjadinya kenaikan kasus Covid-19.

"Ini kan karena aktivitas masyarakat di kota bekasi cukup luar biasa yang kedua dari jumlah penduduk, terkait dengan ini kami terus lakukan sosialisasi mengenai vaksinasi booster masyarakat," kata Tri Adhianto, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: Segan pada Senior, Rigen Akui Sempat Kesulitan Melawak Bareng Komeng

Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: Perusahaan PMA Bidang Die Casting Otomotif Butuh Staf Akunting

Baca juga: Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Hari Kamis Ini Tetap Rp 995.000 Per Gram, Simak Rinciannya

Diungkapkan oleh Mas Tri sapaan Tri Adhianto, meskipun angka kasus Covid-19 di Kota Bekasi mengalami kenaikan. Namun kasus sembuh pun juga diakui oleh Mas Tri cukup banyak. Selain itu, gejala yang ditimbulkan pun juga lebih ringan.

"Memang jumlah besar tapi antara jumlah yang terinfeksi juga yang sembuh hampir berimbang," katanya.

Pihaknya pun juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk meminta mengoptimalkan layanan kesehatan yang ada di tengah melonjaknya kasus Covid-19. Ia pun berharap melonjakanya kasus ini tidak berdampak pada aktivitas masyarakat.

"Jadi insya Allah kita pantau dan kita dorong tenaga kesehatan baik itu di puskesmas maupun di klinik akan kita optimalisasi kinerjanya termasuk di dalamnya penggunaan alat kesehatan," ujarnya.

Di lain sisi, upaya mengenjot capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga juga terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Bahkan Mas Tri mengklaim jika capaian vaksin booster di Kota Bekasi sudah mencapai 50 persen.

"Hari ini kita sudah mencapai mendekati 50 persen kemudian untuk booster ke empat untuk nakes akan terus kita optimalisasi. Bor di rumah sakit juga masih aman kurang lebih 10 persen," ucapnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved