Berita Kriminal

Ditahan KPK Sebagai Tersangka Kasus Suap, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo Pilih Bungkam

Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo selanjutnya ditahan selama 20 hari pertama, terhitung mulai 12 Agustus 2022 hingga 31 Agustus 2022.

Editor: Ichwan Chasani
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo terlihat ke luar dari markas KPK diiringi pengawal tahanan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Sabtu (13/8/2022) pukul 00.49 WIB, 

TRIBUNBEKASI.COM — Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus penyuapan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. 

Mengenakan rompi oranye serta tangan terborgol, Bupati Pemalang periode 2021-2026 itu enggan bicara meski diberondong pertanyaan oleh wartawan.

Pantauan  di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pukul 00.49 WIB, Sabtu (13/8/2022), Mukti Agung Wibowo terlihat ke luar dari markas KPK diiringi pengawal tahanan (waltah).

Diberondong pertanyaan oleh awak media, Mukti Agung Wibowo hanya memberi isyarat dengan mengatupkan tangan persis di depan wajahnya.

Dengan penetapan tersangka oleh KPK tersebut, Mukti Agung Wibowo selanjutnya ditahan selama 20 hari pertama, terhitung mulai 12 Agustus 2022 hingga 31 Agustus 2022.

Baca juga: LPSK Akui Stafnya Pernah Diberi Dua Amplop Tebal Usai Bertemu Ferdy Sambo, Namun Langsung Ditolak

Baca juga: Update OTT Bupati Pemalang: Sekda Hingga Kepala Dinas Ikut Terciduk, Total Ada 34 Orang

Mukti Agung Wibowo ditahan di rutan pada gedung Merah Putih, terpisah dari para tersangka lainnya dalam kasus tersebut.

Enam Tersangka

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Mukti Agung Wibowo ditetapkan sebagai tersangka pelaku penerima suap bersama Komisaris Perusahaan Daerah Aneka Usaha, Adi Jumal Widodo (AJW).

Bupati Pemalang4-13Ags
Diberondong pertanyaan oleh awak media, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, hanya memberi isyarat dengan mengatupkan tangan persis di depan wajahnya, saat digelandang ke luar dari markas KPK diiringi pengawal tahanan.

KPK juga menjerat Pj Sekda Slamet (SM), Kepala BPBD Sugiyanto (SG), Kadis Kominfo Yanuarius Nitbani (YN), dan Kadis PU Mohammad Saleh (MS), masing-masing sebagai tersangka pemberi suap, 

"Dari berbagai pengumpulan informasi dan bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan enam tersangka," kata ungkap Ketua KPK Firli Bahuri di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2022) malam.

Firli Bahuri menambahkan, untuk keperluan proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan kepada para tersangka selama 20 hari pertama, terhitung mulai 12 Agustus 2022 hingga 31 Agustus 2022.

Baca juga: Sembari Tunggu Rapat Paripurna, LPSK Putuskan Beri Perlindungan Darurat untuk Bharada E

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Ferdy Sambo, Komnas HAM: Brigadir J Masih Hidup Saat Tiba di Rumah Dinas

Tersangka Mukti Agung Wibowo selanjutnya ditahan di rutan pada gedung Merah Putih, sementara tersangka Adi Jumal Widodo ditahan di rutan pada Kavling C1. 

Sedangkan para tersangka penyuap, yaitu Slamet, Sugiyanto, Yanuarius Nitbani, dan Mohammad Saleh, masing- masing ditahan di rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

BupatiPemalang-13ags
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dkk yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan, digelandang di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2022) malam.
Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved