Penembakan Brigadir J

Ahli Pidana Ini Sebut Istri Ferdy Sambo Bisa Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Apa Sebabnya?

Orang yang memberikan keterangan palsu atau menyembunyikan informasi sebenarnya dalam kasus Brigadir J, sudah ikut dalam pembunuhan berencana.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ichwan Chasani
Kolase Tribunnews.com
Irjen Ferdy Sambo bersama sang istri Putri Candrawati dan Brigadir J (Kanan). 

TRIBUNBEKASI.COM — Beredar informasi bahwa Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E bakal diberikan uang sebesar Rp 1 miliar oleh Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi jika tutup mulut atas kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Jika janji tersebut terbukti benar telah dilontarkan Irjen Ferdi Sambo dan istrinya Putri Candrawathi untuk mengiming-imingi uang kepada Bharada E agar bungkam, maka perbuatan tersebut sudah termasuk tindak pidana.

Hal itu diungkapkan ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Dr Mudzakkir SH MH

Bahkan, Mudzakkir mengatakan bahwa jika benar ada janji dari istri Irjen Ferdy Sambo itu, maka hal itu sudah masuk dalam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Jika benar adanya janji uang Rp 1 miliar dan kepada Rp 1 miliar lain untuk dua orang lain agar bungkam, supaya tidak infokan kepada orang lain termasuk tindak pidana, sebagai bagian dari pelaku tindak pidana pembunuhan berencana," ujar Mudzakkir, Minggu (14/8/2022).

Baca juga: Demi Peran Napi Teroris, Iwa K Cari Referensi dari Terpidana Mati Aman Abdurrahman

Baca juga: Sempat Vakum dari Dunia Model, Anggita Rachmand Kini Pilih Jadi Desainer

Mudzakkir menambahkan, orang yang memberikan keterangan palsu atau menyembunyikan informasi sebenarnya terkait kasus tersebut, maka sudah ikut dalam pembunuhan berencana.

Namun, Mudzakkir menyebut tindakan memberikan informasi palsu adalah ring kedua dari pembunuhan berencana.

Karena tindak pidana pembunuhan berencana ring satu adalah eksekutor, otak atau penyuruh dan orang yang membantu mengeksekusi korban.

"Pada intinya perbuatan tersebut adalah tindak pidana pembunuhan berencana," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, diam-diam penyidik Bareskrim Mabes Polri menempatkan Bharada E di ruang khusus Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Soal Pencabutan Kuasa, Deolipa Yumara Simpulkan Ada Kode Bharada E di Bawah Tekanan

Baca juga: Demi Keamanan, Pengacara Sebut Orang Tua Bharada E Sudah Dipindahkan dan Dijaga di Suatu Tempat

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo membenarkan Bharada E sudah beberapa hari berada di Mako Brimob Kelapa Dua.

"Iya betul (ada di Mako Brimob)," tegas Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Jumat (12/8/2022).

Ada komunikasi

Sebelumnya diberitakan, Komnas HAM mengungkap hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap Irjen Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved