Berita Bekasi

Ridwan Kamil Sebut APBD Kabupaten Bekasi Rp 6 Triliun Tidak Cukup Membiayai Program Pemkab, Kenapa?

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku nilai APBD Kabupaten Bekasi senilai Rp 6 triliun tak akan cukup membiayai program pemerintah kabupaten.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku nilai APBD Kabupaten Bekasi senilai Rp 6 triliun tak akan cukup membiayai program pemerintah kabupaten. Foto: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

TRIBUNBEKASI.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil hadiri sidang paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bekasi yang ke-72 tahun.

Hari Jadi ke-72 Kabupaten Bekasi tersebut digelar di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (15/8/2022).

Dalam sambutannya, Ridwan Kamil mengakui, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi yang kurang lebih hanya Rp 6 triliun.

Dana itu tidak akan pernah cukup untuk membiayai program pemerintah kabupaten.

Baca juga: Ziarah ke Makam Eril, Baim Wong Dapat Banyak Pelajaran soal Hidup dari Mendiang Putra Ridwan Kamil

Baca juga: Calon Jemaah Haji Asal Jawa Barat Berangkat ke Tanah Suci, Ridwan Kamil: Tolong Bersihkan Niatnya

Baca juga: Dapat Kado dari Kerajaan Arab Saudi, Ridwan Kamil dan Keluarga Berangkat ke Tanah Suci Pekan Depan

"Jangan beranggapan membangun Kabupaten Bekasi hanya fokus pada APBD yang Rp 6 triliun itu, seumur-umur tidak akan pernah cukup," kata Ridwan Kamil di lokasi.

Bahkan nilai APBD tersebut hanya mampu untuk mendanai program di sektor ekonomi sebanyak 20 persennya saja. 

Oleh sebab itu, ia berpesan kepada eksekutif dan legislatif tak hanya andalkan APBD guna membangun Kabupaten Bekasi.

Namun juga mengejar anggaran dari pemerintah provinsi (pemprov) dan pemerintah pusat.

"Teori ekonominya sederhana, yang namanya APBD hanya sanggup mengurus ekonomi 17 sampai 20 persen. Maka pintu kedua harus dikejar, mengejar APBD Provinsi,"

"Caranya harus rajin-rajin berkomunikasi. Insyaallah kalau Pak Dani di sini maka dukungan APBD Provinsi harusnya bisa lebih lancar," ucapnya.

Selain itu, ia meminta agar baik pemkab dan DPRD juga menjalin kerjasama dengan pihak swasta, sehingga dapat menjadi memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Terlebih lagi, terdapat ribuan industri yang berdiri di Kabupaten Bekasi dan bisa jadi potensi untuk pembangunan Kabuapaten Bekasi.

"Ada 7.600 industri, kalau kompak itu CSR dua tiga persen dari pendapatannya, membangun Kabupaten Bekasi tidak harus dari APBD."

"Tapi CSR itu rumusnya satu, kalau tidak dimina tidak ada dikasih, maka bikin lah forum CSR Kabupaten Bekasi, 7.000-an itu bergabung di situ,"

"yang bagus kasih penghargaan yang kurang bagus tolong ditegur dan sebagainya. Itu akan mengisi kekeurangan-kekurangan Kabupaten Bekasi," ungkap Ridwan Kamil.

(TribunBekasi.com/ABS)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved