Berita Politik

Tradisi Baru Koalisi Indonesia Bersatu Diapresiasi Akademisi dan Pengamat Politik, Apa Itu?

Akademisi dan pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdusalam apresiasi visi misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Editor: Panji Baskhara
Kompas.com/Ardito Ramadhan D
Akademisi dan pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdusalam apresiasi visi misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Foto: Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berfoto bersama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di sela-sela pertemuan ketiganya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berikan ruang dan waktu yang lebih panjang bagi masyarakat,

Hal itu untuk bisa memberi masukan, kritikan, serta evaluasi terhadap visi-misi dan gagasan yang disampaikan KIB.

Hal ini diapresiasi Akademisi dan pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdusalam.

"Selama ini politik kita lebih banyak last minute, seolah-olah politik hanya diperuntukkan bagi elite dan penguasa," ujar Surokim saat menanggapi penyampaian visi-misi KIB, di Surabaya, Minggu (14/8/2022).

Baca juga: Hadiri Silaturahmi Koalisi Indonesia Bersatu, Ini Tanggapan Airlangga Hartarto Soal Capres-Cawapres

Baca juga: Bukan Hanya Partai Golkar, Heri Koswara Sebut PKS Bekasi Juga Bisa Berkoalisi dengan Parpol Lain

Baca juga: Tanggapi Pernyataan Ade Puspitasari Soal Koalisi, Heri Koswara Nilai Masih Terlalu Dini

"Bapak-bapak semua partai pengusung KIB, memberi tradisi baru untuk membuka akses lebih luas dan panjang kepada masyarakat Indonesia"

"Dimana untuk memberikan catatan, memberi masukan, dan sekaligus juga memberi kritik evaluasi," tambahnya.

Menurut Surokim hal tersebut merupakan konvensi yang baik dan layak untuk dilanjutkan.

Surokim akui tugas abadi politik dan pengabdi negara hanya ada tiga, melindungi, melayani, dan mensejahterakan.

Ia pun berpesan untuk tak lelah untuk membersamai masyarakat indonesi.

"Jangan hanya mendekati masyarakat Indonesia hanya menjelang 2024 saja. Saatnya bapak, ibu, semua mendekat, membersamai dan bersama masyarakat indonesia untuk mencapai harapan-harapan baik" ujar dia.

Surokim berhadap KIB tidak lelah untuk melayani masyarakat.

"Saya sudah baca (visi-misi) KIB, melindungi sudah ada di visi misinya, mensejahterakan banyak sekali. Yang kedua mohon nitip saja yang melayani mohon yang inklusivitas tadi tetap diperhatikan,"

"Sehingga tekad kita untuk melayani seluruh tumpah darah, masyarakat indonesia tidak pandang bulu terus jadi ciri khas KIB" paparnya.

(TribunBekasi.com/BAS)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved