Berita Bekasi

Enam Tempat Ibadah Bakal Dibangun di Lokasi yang Sama di Kabupaten Bekasi

Bangunan masjid, gereja katolik, gereja protestan, vihara, pura beserta klenteng bakal dibangun di lahan seluas 12.525 meter persegi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Peletakkan batu pertama wisata religi di Kabupaten Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Pemkab Bekasi dan FKUB Kabupaten Bekasi akan membangun enam tempat ibadah di lokasi yang sama sekaligus menjadi wisata religi di Kawasan Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Bangunan masjid, gereja katolik, gereja protestan, vihara, pura beserta klenteng bakal dibangun di lahan seluas 12.525 meter persegi.

Peletakkan batu pertama dilakukan pada Senin (15/8/2022) lalu, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-72 tahun.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan secara langsung menghadiri acara bersama Dewan Pertimbangan Presiden sekaligus ulama kondang Habib Lutfi bin Yahya serta Komandan Korem 051/Wijayakarta Brigadir Jenderal Yustinus Nono Yulianto.

"Dalam waktu tidak lama kita bergotong royong membangun bersama-sama, membangun tempat ibadahnya. Semoga ini akan menjadi pemandangan yang indah untuk keberagaman kita di Kabupaten Bekasi," ucap Dani Ramdan melalui keterangan tertulisnya.

Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: PT Kimia Farma Apotek Buka Kesempatan untuk formasi Apoteker Pendamping

Baca juga: Turun Lebih Dalam, Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Selasa Ini Seperti Awal Bulan, Ini Daftarnya

Habib Lutfi mengapresiasi pembangunan komplek rumah ibadah tersebut. Menurutnya, keberadaan komplek ini akan semakin memupuk rasa tenggang rasa antara sesama umat di Indonesia.

"Pembangunan ini merupakan sarana untuk menguatkan kerukunan seluruh umat. Karena inti dari semua ini ada kerukunan untuk satu tujuan yakni karena kita semua Indonesia," kata Habib Lutfi.

wisata religi2-16Ags
Peletakkan batu pertama wisata religi di Kabupaten Bekasi.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Beni Yulianto Iskandar mengatakan, pembangunan komplek rumah peribadatan ini merupakan inisiasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Bekasi.

Pada 2019 lalu, FKUB mengadakan pertemuan dengan Jababeka selaku pemilik tanah.

"Ini menjadi kawasan wisata religi dan ini inisiasi dari FKUB yang berbincang dengan manajemen Jababeka. Pada saat itu mereka ingin adanya tempat ibadah dalam satu kawasan dan kemudian direspon baik oleh Jababeka. Setelah diinisiasi sejak 2019, alhamdulillah bisa difasilitasi melalui Korem 051 Wijayakarta dan dapat terwujud," ujar Beni Yulianto Iskandar.

Baca juga: Hari Ini Ribuan Orang Lakukan Napak Tilas Peristiwa Rengasdengklok Jelang Proklamasi

Baca juga: Usai Dua Tahun Pandemi, Perajin Bendera Merah Putih Ini Raih Omzet Rp 3 Juta per Hari

Komplek wisata religi ini dibangun di atas lahan seluas 12.525 meter persegi. Lahan itu merupakan fasilitas sosial milik Jababeka.

Melalui kesepakatan yang dilakukan sebelumnya, Jababeka akan menyerahkan lahan tersebut kepada Pemkab Bekasi.

"Kemudian dari hasil pembahasan, disepakati lahan itu akan digunakan untuk sekretariat FKUB seluas 525 meter persegi, lalu sisanya 12.000 meter persegi akan dibagi untuk enam tempat ibadah, masing-masing 2.000 meter persegi," ucap Beni Yulianto Iskandar.

Setelah peletakan batu pertama ini, lanjut Beni, Jababeka akan menyerahkan fasos tersebut untuk menjadi aset daerah.

Lalu, pemda akan membuat detail engineering design. Selanjutnya pembangunan akan diserahkan kepada masing-masing perwakilan agama.

"Pemkab Bekasi membangun sekretariat FKUB-nya, sedangkan tempat ibadahnya diserahkan pada masing-masing perwakilan agama. Namun, untuk menjaga kesesuaian antara sesama, telah disepakati luas lahannya dan desainnya," ucapnya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved