Berita wisata

Biro Perjalanan di Bekasi Lebih Banyak Menjual Tiket KA dan Bus AKAP sejak Harga Tiket Pesawat Mahal

Masyarakat beralih ke ereta api dan bus AKAP saat akan bepergian ke luar kota, karena harga tiket pesawat udara mahal

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: AC Pinkan Ulaan
UNSPLASH/Artturi Jalli via Kompas.com
Harga tiket pesawat sedang tinggi, masyarakat beralih ke kereta api dan bus AKAP untuk bepergia, ke luar kota. Keterangan Foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN -- Harga tiket pesawat sedang tinggi karena banyak orang bepergian kembali, setelah selama 2 tahun menahan diri akibat pandemi Covid-19.

Dampaknya tentu masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam jika ingin bepergian menggunakan transportasi udara.

Karena itu sebagian konsumen beralih menggunakan moda transportasi lain, seperti kereta Api dan Bus AKAP.

Karena itulah banyak pelaku usaha biro perjalanan (travel) di Bekasi memperbanyak penjualan tiket kereta api dan bus AKAP.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Travel Indonesia (Astindo) Jawa Barat, Joseph Sugeng Irianto, mengatakan tingginya harga tiket pesawat udara karena efek supply and demand.

Animo masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih tinggi setelah kasus Covid-19 mulai landai.

"Jadi otomatis supply-nya berkurang, dan lagi perusahaan penerbangan kan sudah dua tahun ini puasa, subsidinya banyak. Jadi saat ini mumpung demand-nya tinggi mereka perlu balik modal dengan menjual tiket batas atas," kata Joseph Sugeng, Kamis (18/8).

Menurut Joseph memang sudah ada beberapa keluhan terkait kenaikan harga tiket pesawat ini.

Hanya saja kebanyakan konsumen kemudian memilih beralih menggunakan transportasi kereta api, maupun bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

"Iya untuk internal Jawa kereta api itu masih menjadi favorit, kemudian bus AKAP juga sudah mulai ramai pembeli. Apalagi dengan terhubungnya Tol Trans Jawa sampai Probolinggo," ujarnya.

Biro perjalanan

Dengan dampak ini, menurut Joseph, beberapa usaha travel yang ada di Jawa Barat termasuk Kota Bekasi terpaksa harus memperbanyak penjualan tiket kereta api maupun bus AKAP.

Walaupun, diakui Joseph, dari segi keuntungan, lebih besar didapat dari menjual tiket pesawat.

"Untuk ke wilayah Jawa memang saat ini lebih banyak beralih ke tiket kereta api dan bus AKAP. Tapi untuk luar Jawa masih tetap mencari tiket pesawat," ucapnya.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved