Penembakan Brigadir J

Jadwalkan Pemeriksaan Istri Irjen Sambo, Timsus Segera Ungkap Perkembangan Kasus Brigadir J

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo membenarkan bahwa Putri Candrawathi membenarkan bahwa jadwal pemeriksaan telah dibuat oleh penyidik Tim Khusus.

Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Miftahul Munir
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo. 

TRIBUNBEKASI.COM — Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi bakal segera menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polri terkait dugaan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo membenarkan bahwa Putri Candrawathi membenarkan bahwa jadwal pemeriksaan telah dibuat oleh penyidik tim khusus (timsus) Kapolri.

"Sudah (jadwal pemeriksaan istri Irjen Sambo)," kata Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (18/8/2022).

Irjen Dedi Prasetyo menambahkan bahwa nantinya perkembangan pengungkapan kasus penembakan Brigadir J bakal disampaikan pada Jumat (19/8/2022) besok.

"Besok akan disampaikan oleh Timsus setelah salat Jumat updatenya," pungkasnya.

Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: PT Kimia Farma Apotek Buka Kesempatan untuk formasi Tenaga Teknis Kefarmasian

Baca juga: Cek Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Hari Kamis Ini, Turun Rp 5.000 Per Gram, Simak Daftarnya

Seperti diketahui, Bareskrim Polri sebelumnya menghentikan laporan polisi dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Irjen Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Laporan polisi itu terdaftar dengan nomor LPB1630/VII/2022/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan Polda Metro Jaya tanggal 9 Juli 2022 lalu. Laporan tersebut didaftarkan oleh Putri Candrawathi.

"Berdasarkan hasil gelar perkara tadi kedua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Dalam laporan itu, Putri Candrawathi sebelumnya menuding Brigadir J telah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap kesopanan dan atau perbuatan memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dan atau kekerasan seksual.

Hal itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau pasal 4 jo pasal 6 UU RI Nomor 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual.

Baca juga: Komedian Imam Darto Debut Jadi Sutradara, Merasa Tertantang saat Garap Series Mulih

Baca juga: Dear Pecinta Wisata Jakarta, Bus Tingkat TransJakarta Kini Beroperasi dari Selasa Hingga Minggu

"Di mana [Putri Candrawathi mengaku] waktu kejadian diduga pada hari Jumat tanggal 8 juli sekitar pukul 17.00 WIB bertempat Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dengan pelapor putri Candrawathi, korbannya juga sama. Terlapornya Nofriansyah Yosua," jelasnya.

Namun begitu, kata Brigjen Andi Rian Djajadi, kasus tersebut tidak ditemukan dugaan peristiwa pidana.

Dengan kata lain, Brigadir J tidak terbukti melakukan tindak pidana pelecehan seksual terhadap Istri Irjen Ferdy Sambo di rumah dinasnya.

"Bukan merupakan peristiwa pidana sebagaimana rekan-rekan ketahui bahwa saat ini juga Bareskrim menangani LP terkait dugaan pembunuhan berencan dengan korban almarhum Brigadir Yosua," pungkasnya. (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved