Penembakan Brigadir J

Bareskrim Temukan Rekaman CCTV yang 'Hilang', Jadi Bukti Penetapan Tersangka Putri Candrawathi

Dalam rekaman CCTV itu terlihat jelas gambaran sebelum dan sesudah kejadian pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Miftahul Munir
Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjen Andi Rian Djajadi memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus penembakan Brigadir J, di Mabes Polri Jumat (19/8/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Decoder CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga, Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan sempat hilang pada Sabtu (9/7/2022) usai terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, setelah pihaknya bekerja keras, akhirnya decoder CCTV yang sempat hilang tersebut berhasil ditemukan.

Temuan decoder CCTV itu membuat Bareskrim bisa mendapatkan rekaman CCTV secara utuh.

Dalam rekaman CCTV itu terlihat jelas gambaran sebelum dan sesudah kejadian pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Alhamdulillah CCTV yang sangat fital menggambarkan situasi sebelum dan setelah kejaidan berhasil kami temukan dengan sejumlah tindakan penyidik," kata Brigjen Andi Rian Djajadi di Mabes Polri Jumat (19/8/2022).

Oleh karenanya, dengan temuan decoder CCTV ini menjadikan misteri kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat bisa menjadi terang benderang.

Baca juga: Perusakan CCTV Rumah Dinas Ferdy Sambo, Dirsiber Polri Periksa 16 Saksi dari Bripka Hingga Brigjen

Baca juga: Sore ini Persija Jakarta Latihan di Stadion Pakansari untuk Jajal Rumputnya

Brigjen Andi Rian Djajadi menyatakan bahwa rekaman CCTV yang diambil dari decoder tersebut menjadi petunjuk dan barang bukti untuk menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

Karena dari awal kejadian sampai setelah penembakan Brigadir Yosua, Putri Candrawathi ada di lokasi kejadian.

"Melakukan kegiatan yang menjadi bagian dari pada perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua," tutur Brigjen Andi Rian Djajadi.

Periksa 16 Saksi

Sebelumnya diberitakan, terkait perusakan CCTV dan penghilangan CCTV di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Direktorat Siber Mabes Polri telah memeriksa 16 saksi.

Direktur Siber Mabes Polri, Brigjen Asep Edy Suheri mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap 16 saksi itu dibagi menjadi lima klaster.

Klaster pertama yang dimintai keterangan adalah warga sekitar komplek rumah dinas Duren Tiga berinisial SN, M dan AZ.

Klaster kedua adalah mereka yang telah mengganti CCTV tersebut, yaitu ada empat orang berinisial AF, AKP IW, AKBP AC dan Kompol AN.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved