Berita Bekasi

Putri Candrawathi Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Harap Kasusnya Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Pemkot Bekasi akan terus mengembangkan destinasi-destinasi pariwisata dan sentra ekonomi kreatif, seperti Kampung Bali, Kampung Pancasila, dan lainnya

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
Wartakotalive.com
Arman Hanis, kuasa hukum Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo. 

TRIBUNBEKASI.COM — Timsus Polri telah menetapkan Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Penetapan tersangka itu disampaikan langsung oleh Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2022).

Terkait penetapan tersangka terhadap Putri Candrawathi tersebut, Arman Hanis selaku pengacara Putri Candrawathi angkat bicara.

Menurutnya, penyidik Polri tentunya telah memiliki pertimbangan dalam penetapan kliennya sebagai tersangka.

"Penyidik tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam menetapkan klien kami Ibu PC sebagai tersangka," ujar Arman Hanis, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Seorang Lelaki Diamankan Polisi, Kedapatan Bawa Senjata Tajam di Jalan Ahmad Yani

Baca juga: Perusakan CCTV Rumah Dinas Ferdy Sambo, Dirsiber Polri Periksa 16 Saksi dari Bripka Hingga Brigjen

Arman Hanis berharap seluruh proses penyelidikan dalam kasus tersebut segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Agar segala konstruksi kasus ini dapat diuji dalam proses persidangan," kata Arman Hanis.

Diberitakan sebelumnya, Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi sebanyak 3 kali.

Hasilnya kata dia menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, junto Pasal 55 dan 56 KUHP

Baca juga: Timsus Limpahkan Berkas Perkara Kasus Pembunuhan Brigadir J dan Empat Tersangka Sore ini

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Besok Terakhir, Isuzu Astra Motor Indonesia Butuh 10 Operator Produksi

Dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup dan 20 tahun penjara.

"Berdasarkan dua alat bukti, kami menetapkan saudara PC sebagai tersangka. Dia ada di Saguling sampai di Duren Tiga, yang menjadi bagian perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir J," kata Andi di Mabes Polri, Jumat (19/8/2022).

Pasal yang dikenakan ke Putri kata Andi sama dengan 4 tersangka lain sebelumnya.

Ia menjelaskan, karena alasan sakit pihaknya belum melakukan penahanan terhadap Putri Candrawathi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved