Berita Kriminal

Benny K Harman Usul Nonaktifkan Kapolri dalam Menangani Kasus Pembunuhan Brigadir J, Apa Alasannya?

Benny K Harman usulkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinonaktifkan dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman usulkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinonaktifkan dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J. Foto: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. 

TRIBUNBEKASI.COM - Ada usulan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinonaktifkan dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Usulan Kapolri dinonaktifkan dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J, datang dari Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman.

Ia dengan lantang mengusulkan Kapolri dinonaktifkan dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J tersebut.

Benny menambahkan dirinya meminta agar penanganan kasus Brigadir J ini diambil alih oleh Kemenko Polhukam yang dipimpin oleh Mahfud MD.

Baca juga: Grafik Terbaru Konsorsium 303 Viral di Medsos, Bagaimana Tanggapan Polri?

Baca juga: Istri Irjen Ferdy Sambo Sakit, Polri Antisipasi Putri Candrawathi Kabur dan Hilangkan Barang Bukti

Baca juga: Kasus Pembunuhan Brigadir J, Pengamat Politik Ini Minta Mahfud MD Berkantor di Kepolisian, Kenapa?

"Mestinya Kapolri diberhentikan sementara diambil alih oleh Menko Polhukam untuk menangani kasus ini supaya objektif dan transparan," katanya dalam rapat bersama Komnas HAM, Kompolnas, dan LPSK yang ditayangkan TV Parlemen, Senin (22/8/2022).

Benny beralasan dirinya meminta pengambilalihan tersebut karena masyarakat telah dibohongi oleh Polri dalam pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J.

Dirinya mencontohkan dengan keterangan pers yang diungkapkan saat pertama kali adalah terjadi baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E.

Hanya saja setelah publik menyoroti lebih jauh dan keluarga Brigadir J menilai ada kejanggalan, Polri membentuk Tim Khusus dan menemukan perbedaan di mana yang terjadi adalah pembunuhan berencana.

"Kita enggak percaya polisi. Polisi kasih keterangan publik. Publik ditipu juga kita kan. Kita tanggapi ternyata salah jadi publik dibohongi oleh polisi," jelas Benny.

Seperti diketahui, keterangan dari Karo Penmas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan ungkap, Brigadir J menembak Bharada E.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved