Penembakan Brigadir J

Berkas Perkara Dilimpahkan, Barang Bukti Pembunuhan Brigadir J Bakal Ditunjukkan di Persidangan

Hingga kini Bareskrim Polri belum membeberkan barang bukti apa saja ketika menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ichwan Chasani
Wartakotalive.com
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. 

TRIBUNBEKASI.COM — Penyidik Bareskrim Polri sudah melimpahkan berkas perkara kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ke Kejaksaan pada Jumat (19/8/2022) kemarin.

Berkas perkara tersebut menyangkut empat orang tersangka yaitu mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.

Namun, hingga kini Bareskrim Polri belum membeberkan barang bukti apa saja ketika menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menerangkan, barang bukti kasus tersebut sudah disiapkan oleh penyidik untuk pembuktian di persidangan.

"Langkahnya kan pro justitia," kata Komjen Agus Andrianto, Senin (22/8/2022).

Baca juga: Dilamar Yakub Hasibuan di Pinggir Pantai, Jessica Mila Terima Pinangan dengan Berurai Air Mata

Baca juga: Kuliah Jurusan Politik di London, Mezzaluna, Putri Bimbim Slank, ingin Mengubah Indonesia

Menurut Komjen Agus Andrianto, saat ini Jaksa Penuntur Umum (JPU) sedang meneliti berkas perkara pembunuhan berencana tersebut.

Komjen Agus Andrianto belum bisa memastikan apakah langsung diterima oleh Jaksa atau P21 atau dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi.

Tapi jenderal bintang tiga itu memastikan berkas perkara sudah sesuai dengan keterangan saksi, alat bukti dan keterangan tersangka.

"Didukung keterangan saksi yang memiliki keahlian dan analisa penyidik berdasarkan pasal yang dipersangkakan," tegasnya.

"Ini akan menjadi pijakan dasar dalam pengajuan tuntutan hukum oleh JPU di persidangan," sambungnya.

Baca juga: SIM Keliling Karawang Senin 22 Agustus 2022 di Pos Lantas Dawuan Cikampek Hingga Pukul 15.00 WIB

Baca juga: Pasangan Shireen Sungkar-Teuku Wisnu Bersyukur Bisa Pertahankan Bisnis di Masa Pandemi

Sebelumnya dikabarkan, Bareskrim Polri telah menetapkan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri candrawathi sebagai tersangka kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada Jumat (19/8/2022) kemarin.

Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, peran dari Putri Candrawathi adalah mengajak Bharada E, Bripka Rizky Rizal, Kuat Ma'ruf  dan Brigadir Yosua untuk ke rumah dinas di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Penyidik tentu menetapkan tersangka berdasarkan keterangan para saksi dan alat bukti yang ada (fakta penyidikan)," ujarnya, Sabtu (20/8/2022).

Kemudian, Putri Candrawathi mengikuti skenario yang dibangun oleh suaminya, Irjen Ferdy Sambo, terkait pelecehan seksual.

Putri Candrawathi dan suaminya juga menjanjikan kepada Bharada E, RR, dan KM sejumlah uang tutup mulut usai pembunuhan.

"Motif sebagaimana di release Dirtipidum Brigjen Pol Andi Rian ya," tegasnya. (Wartakotalive.com/Miftahul Munir)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved