Berita Kriminal

Kasus Pembunuhan Brigadir J, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi Diperiksa Itsus

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo sebut pemeriksaan Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi soal ketidakprofesionalan kasus Brigadir J.

Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Ramadhan LQ
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo sebut pemeriksaan Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi oleh inspektorat khusus (Otsus) mengenai ketidakprofesionalan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Foto: Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, saat datang ke kantor BPN Jakarta Selatan pada Kamis (14/7/2022) siang. 

TRIBUNBEKASI.COM - Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi ternyata sudah diperiksa Inspektorat Khusus (Itsus).

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan, pemeriksaan terkait ketidakprofesionalan dalam penanganan dugaan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Info dari Itsus sudah memberikan keterangan ke Itsus," terangnya Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (22/8/2022).

Kendati demikian, kata Dedi, pihaknya tak merinci mengenai waktu pemeriksaan terhadap Hengki Haryadi.

Baca juga: Polri Didesak Lindungi Anak Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Kadiv Humas: Nanti dari SDM

Baca juga: DPR Bertanya Soal Motif Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD: Jangan Tanya Ke Saya, Biar Nanti Penyidik

Baca juga: Kasus Pembunuhan Brigadir J, Pengamat Politik Ini Minta Mahfud MD Berkantor di Kepolisian, Kenapa?

Hal yang pasti, Kombes Hengki hanya dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

"Diminta keterangan saja," ucapnya.

Sebelumnya, sebanyak 83 polisi diperiksa karena diduga melanggar etik dalam penanganan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Per hari ini kita telah melaksanakan pemeriksaan khusus terhadap anggota-anggota kita sebanyak 83 orang," kata Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Dari jumlah itu, kata Agung, sebanyak 18 polisi harus ditahan di tempat khusus (Patsus), karena terbukti melanggar etik. Mereka kini ditahan di Mako Brimob dan Provos Mabes Polri.

"Yang sudah direkomendasi untuk penempatan khusus sebanyak 35 orang, dan yang sudah direkomendasikan,"

Halaman
1234
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved