Berita Pendidikan

Atap Sekolah Nyaris Roboh, Siswa SDN Mekarmulya III Karawang Terpaksa Belajar di Teras

Jayadi berharap agat segera dilakukan perbaikan, mengingat kondisi atap sekolah yang hampir roboh membuat para guru, siswa dan wali murid was-was.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Suasana pembelaran para siswa Sekolah Dasar Negeri Mekarmulya III, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang yang atap sekolahnya nyaris rubuh. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Para siswa Sekolah Dasar Negeri Mekarmulya III, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang saat ini terpaksa menjalani kegiatan belajar di teras sekolah.

Hal itu karena atap ruang belajar yang semestinya mereka tempati di sekolah tersebut hampir roboh.

Atap bangunan sekolah itu sudah tidak ada plafonnya, ada pula ruangan kelas yang sudah tidak ada genteng, hanya tersisa kerangka kayu saja.

Kondisi ruang belajar tersebut sangat memprihatinkan dan para siswa pun terpaksa belajar beralaskan keramik tanpa meja dan kursi.

Kepala SDN Mekarmulya III, Jayadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta kepada pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang untuk merenovasi sekolah, namun belum ada perbaikan sampai saat ini.

Baca juga: Lewat Aplikasi Pospay, Pengguna Bisa Beli Tiket Konser Musik dengan Harga Diskon

Baca juga: Baznas Gandeng Alfa Group untuk Kelola Sedekah Konsumen

"Sudah, kita tahun 2018 lalu sudah melaporkan kepada Disdikpora dan mengajukan renovasi sekolah, tapi sampai saat ini belum diperbaiki juga," ujarnya, pada Selasa (23/8/2022).

Jayadi juga mengatakan bahwa dari pengajuan tersebut hanya baru dilakukan survei lapangan oleh pihak dinas.

"Ada, waktu tahun 2021 kemarin, ada orang survei melihat kondisi sekolah kita ini. Saya kira akan langsung ditangani ditahun itu, ternyata tidak," jelas dia.

Sehingga sampai sekarang belum ada tindakan apapun lagi. Tak hanya bangunan, pihaknya juga memperbaiki beja kursi sendiri, walaupun belum semua.

"Jadi pada masih ada belajar lesehatan maupun diteras luar karena kondisi bangunannya," beber dia.

Baca juga: Pura-pura Jadi Pembeli, Seorang Pencuri Kepergok Ambil HP Milik Pedagang Ketoprak

Baca juga: Isak Tangis Samuel Hutabarat Pecah Saat Terima Ijazah Brigadir Yosua di Universitas Terbuka

Dia mengungkapkan, sekolahnya memiliki 7 ruangan, hanya 4 ruangan saja yang masih layak digunakan, 3 ruangan lainnya rusak berat.

"Ya mau gimana lagi, kita yang bener-bener bisa digunakan untuk proses belajar mengajar hanya 3 ruangan saja, jadi anak-anak digabung belajarnya, itu pun kalau enggak hujan, kalau hujan kita kerepotan bocor sana-sini dan untuk ruang kantor kondisinya masih baik," ucapnya

Melihat kondisi sekolah tersebut, Jayadi berharap agat dapat segera dilakukan perbaikan, mengingat kondisi atap sekolah yang hampir roboh membuat para guru, siswa dan wali murid was-was.

"Kita minta segera dibenahi, khawatir anak-anak takut kenapa-kenapa, dilihat sendiri bangunannya bagaimana, kita sudah 3 tahun lebih bertahan seperti ini, menunggu kepastian renovasi. Jadi, mohon bantuan renovasinya, demi anak-anak kita bisa belajar dengan aman dan nyaman," pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved