Berita Nasional

Ini Tanggapan Luhut Hingga Jokowi Soal Isu Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Jenis Pertalite dan Solar

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan hingga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tanggapi kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan hingga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tanggapi kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Ilustrasi - Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. 

TRIBUNBEKASI.COM - Pemerintah mengisyaratkan diumumkannya kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengakui Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kepastian kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut pada pekan ini.

Menurut Luhut, saat ini pemerintah tengah menghitung baik dan buruknya dari keputusan penyesuaian harga BBM Pertalite dan harga BBM Solar tersebut.

Penyesuaian harga BBM Pertalite dan Solar tersebut memang pasti akan berdampak pada konsumsi masyarakat.

Baca juga: Rencana Kenaikan BBM Bersubsidi Mulai Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok

Baca juga: Ada 25 Lokasi SPBU di Kabupaten Bekasi yang Terima Pendaftaran BBM Bersubsidi, Simak Daftarnya

Baca juga: Tinggal Tujuh Hari Lagi, Simak Syarat Pendaftaran BBM Bersubsidi Pertalite dan Biosolar di SPBU

Akan tetapi, karena sasaran BBM bersubsidi itu tidak tepat sasaran, anggaran yang dikeluarkan dari kantong APBN itu makin membengkak.

"Minggu depan presiden akan umumkan mengenai apa dan bagaimana kenaikan harga (BBM bersubsidi),” tutur Luhut Binsar Pandjaitan dalam Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin secara virtual, Jumat (19/8/2022).

Jokowi Buka Suara

Presiden Jokowi menjelaskan terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan solar.

Menurut Jokowi, keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi harus dilakukan secara hati-hati.

"Ini menyangkut, ini menyangkut hajat hidup orang banyak jadi semuanya harus diputuskan secara hati hati," kata Presiden di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Mengenai rencana kenaikan harga BBM tersebut, Jokowi meminta menterinya melakukan kalkulasi terlebih dahulu.

 

Jangan sampai kenaikan BBM justru menurunkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan inflasi.

"Kalkulasi dampaknya. Jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangganya, kemudian nanti yang harus dihitung juga menaikkan inflasi yang tinggi. Kemudian bisa menurunkan pertumbuhan ekonomi," kata Presiden.

Oleh karena itu Presiden memerintahkan jajaranya untuk menghitung secara matang sebelum memutuskan menaikkan harga BBM.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved