Berita Bekasi

Terlibat Pungli PTSL, Kades Lambangsari Terancam Penjara Seumur Hidup atau Paling Lama 20 Tahun

PH terancam dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Tribun Bekasi/Rangga Baskoro
Kades Lambangsari, PH (rompi merah jambu) saat ditahan Kejari Kabupaten Bekasi atas dugaan melakukan pungli dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG --- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Lambangsari, PH, tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam program Pendaftaran Sistematis Tanah Lengkap (PTSL).

Perpanjangan ini dilakukan untuk melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi.

Alhasil perpanjangan penahanan ini membuat PH mendekam lebih lama ditahanan hingga 20 hari ke depan atau sampai 11 September 2022.

"Iya, diperpanjang (masa penahanan) 20 hari," kata Kasubsi Penyidikan pada Seksi tindak pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Alan Silalahi saat dikonfirmasi, Selasa, (23/8/2022).

PH diduga melanggar pasal 12 huruf e subsider Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam pasal tersebut dijelaskan pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

Baca juga: Kasus Pungli PTSL di Kabupaten Bekasi, Apa Alasan Kades Lambangsari Ajukan Penangguhan Penahanan?

Baca juga: Cegah Pungutan Liar Program PTSL, BPN Karawang Libatkan Kejaksaan Negeri dan Tim Saber Pungli

Dalam pasal itu juga, PH terancam dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Saat ini PH menjadi titipan tahanan Kejari di Polres Metro Bekasi.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi telah menahan Kepala Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, berinisial PH pada Selasa 2 Agustus 2022. 

BERITA VIDEO : MAHASISWA BOGOR PROTES DUGAAN PUNGLI PROGRAM PTSL

PH ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus program unggulan Presiden Jokowi.

Penahanan tersangka Kades tersebut berdasarkan penyidikan yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang keberatan atas permintaan uang dari program PTSL.

PH memungut biaya sebesar 400 ribu per bidang.

Total permohonan yang masuk untuk mengikuti program PTSL di Desa Lambang Sari adalah sebanyak 1.180 sertifikat untuk tiga dusun.

Uang hasil pungutan PTSL itu diduga berkisar Rp 466 juta. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved