Penembakan Brigadir J

Kapolri Sebut 97 Anggota Polisi Diperiksa Terkait Kasus Brigadir Yosua, 18 Diantaranya Ditahan

Dari 97 orang itu, 35 orang diantaranya terbukti melanggar kode etik profesi. Adapun 4 orang diantaranya merupakan perwira tinggi Polri.

Editor: Ichwan Chasani
Tangkap Layar YouTube TVR Parlemen
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, Rabu (24/8/2022). Di forum tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan pengungkapan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabara alias Brigadir Yosua atau Brigadir J. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam rapat dengan Komisi 3 DPR RI untuk membahas kematian Brigadir Yosua Hutabarat pada Rabu (24/8/2022) sekira pukul 10.00 WIB.

Kapolri didampingi oleh sejumlah pejabat utama Mabes Polri seperti Wakapolri Komjen Gatot Edy, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, Irwasum Komjen Agung Maryoto dan beberapa jenderal lainnya.

Baca juga: Banyak Kemiripan, Lania Fira Tak Kesulitan Jalani Peran di Film Romantik Problematik

Baca juga: Terhempas Ratusan Meter, Seorang Buruh Meninggal Tertabrak Kereta di Cikarang

Sebelum menyampaikan pemaparan kejadian awal pembunuhan Brigadir Yosua, Listyo menyatakan Polri tetap solid.

"Sebelum dimulai, kami ingin menyampaikan sampai saat ini Polri tetap Solid," katanya.

Setelah itu, Listyo Sigit membeberkan kronologis awal pembunuhan Yosua di mana awalnya adalah kasus pelecehan.

Ketika itu, usai swab PCR di rumah Saguling, Mampang, Jakarta Selatan, Irjen Ferdy Sambo keluar dari rumah paling akhir.

Kemudian, Ferdy Sambo mendapat kabar dari ajudannya di rumah dinas bahwa terjadi tembak menembak antara Brigadir Yosua dengan Bharada E.

"Sesampai di sana, disampaikan Brigadir J sudah tewas," tegasnya.

(Tribunnews.com/Igman Ibrahim; Wartakotalive.com/Miftahul Munir)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved