Breaking News:

Penembakan Brigadir J

Kapolri Sebut Tim Khusus Telah Menyita 122 Barang Bukti Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua 

Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan, setelah mencopot sejumlah pejabat, Tim Khusus akhirnya mudah menyelidiki kematian Brigadir Yosua Hutabarat.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ichwan Chasani
Wartakotalive.com
Setelah mencopot sejumlah pejabat Polri yang terseret kasus pembunuhan berencana dan menghalang-halangi penyelidikan polisi, Tim Khusus akhirnya mudah menyelidiki kematian Brigadir Yosua Hutabarat. Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi 3 DPR RI  

TRIBUNBEKASI.COM — Di hadapan Komisi III DPR RIKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua atau Brigadir J, di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo Kompleks Polri Duren Tiga, Mampang, Jakarta Selatan.

Jenderal bintang empat itu memaparkan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua, Rabu (24/8/2022).

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Tim Khusus sudah menyita sekira 122 barang bukti yang terdiri dari berbagai macam, seperti senjata api, magazin, CCTV dan sebagainya.

Kemudian, berdasarkan laporan pemeriksaan yang dilakukan Irsus dengan memperhatikan barang bukti, kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo,  soal laporan pelecehan terhadap Putri Candrawathi tidak benar.

Hal ini karena Irjen Ferdy Sambo (FS) sudah melakukan upaya rekayasa tembak menembak di lokasi kejadian.

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Hari Ini Terakhir, PMA Jepang Produsen Kabel Butuh Staf Production Control

Baca juga: Tren Penurunan Terhenti, Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Naik Rp 4.000 per Gram, Ini Daftarnya

"Kemudian peristiwa penembakan di Duren Tiga sudah direncanakan oleh FS di rumah pribadi Saguling sehingga terjadi peristiwa penembakan," tegasnya.

Pascapenembakan kepada Brigadir Yosua, Irjen Ferdy Sambo menembakkan senjata api milik korban ke beberapa tembok.

Kemudian, terkait motif pembunuhan tersebut, kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo, adalah setelah Putri Candrawathi menceritakan ke Ferdy Sambo bahwa Brigadir Yosua sudah melecehkan harkat dan martabat keluarga.

"Untuk lebih jelasnya nanti akan disampaikan di persidangan," tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kepada Komisi III DPR RI setelah mencopot sejumlah pejabat, Tim Khusus akhirnya mudah menyelidiki kematian Brigadir Yosua Hutabarat.

Bahkan, Timsus menemukan titik terang dari kasus kematian Brigadir Yosua dan pada 5 Agustus Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E (RE) ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Banyak Kemiripan, Lania Fira Tak Kesulitan Jalani Peran di Film Romantik Problematik

Baca juga: Terhempas Ratusan Meter, Seorang Buruh Meninggal Tertabrak Kereta di Cikarang

Kemudian, RE juga mengubah pengakuan karena sebelumnya ia mengaku sebagai pembunuh.

"Akhirnya dia menyampaijan bahwa almarhum Yosua terkapar bersimbah darah saudara FS memegang senjata dan lalu diserahkan ke RE," kata Listyo Rabu (24/8/2022).

Lantas Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar Bharada RE dihadapkan kepada dirinya secara langsung untuk mengetahui secara langsung.

Kepada Kapolri, RE mengaku mendapat janji dari Irjen Ferdy Sambo akan mendapatkan SP3 terhadap kasus yang terjadi.

Tapi ternyata, Bharada RE tetap dijadikan tersangka dan Bharada RE ini akhirnya ingin mengubah informasi awal.

"RE minta disiapkan pengacara baru dan tidak mau bertemu FS," tegasnya. (Wartakotalive.com/Miftahul Munir)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved