Penembakan Brigadir J

Setelah Nonaktifkan Sejumlah Pejabat Polri, Timsus Akhirnya Leluasa Ungkap Pembunuhan Brigadir Yosua

Ketika itu juga, Kapolri meminta agar segera menjemput FS dan saat itu masih bertahan dengan keterangan awal.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Setelah mencopot sejumlah pejabat Polri yang terseret kasus pembunuhan berencana dan menghalang-halangi penyelidikan polisi, Tim Khusus akhirnya mudah menyelidiki kematian Brigadir Yosua Hutabarat. Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi 3 DPR RI  

TRIBUNBEKASI.COM --- Setelah mencopot sejumlah pejabat Polri yang terseret kasus pembunuhan berencana dan menghalang-halangi penyelidikan polisi, Tim Khusus akhirnya mudah menyelidiki kematian Brigadir Yosua Hutabarat.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi 3 DPR RI 

Bahkan, timsus menemukan titik terang dari kasus kematian Brigadir Yosua dan pada 5 Agustus Bharada E ditetapka tersangka.

Kemudian, RE juga mengubah pengakuan karena sebelumnya ia mengaku sebagai pembunuh.

"Akhirnya dia menyampaijan bahwa almarhum Yosua terkapar bersimbah darah saudara FS memegang senjata dan lalu diserahkan ke RE," kata Listyo Rabu (24/8/2022).

Lantas Listyo meminta agar Bharada RE dihadapkan kepada dirinya secara langsung untuk mengetahui secara langsung.

Baca juga: Penyidik Bareskrim Tetap Awasi Istri Ferdy Sambo Agar Tak Melarikan Diri dan Hilangkan Barang Bukti

Baca juga: Kasus Ferdy Sambo, Ada Komjen Ingin Mengundurkan Diri? Mahfud MD: Saya Berhak untuk Menolak Menjawab

Kepada Kapolri, RE mengaku mendapat janji dari Irjen Ferdy Sambo akan mendapatkan SP3 terhadap kasus yang terjadi.

Tapi ternyata, RE tetap dijadikan tersangka dan Bharada RE ini akhirnya ingin mengubah informasi awal.

"RE minta disiapkan pengacara baru dan tidak mau bertemu FS," tegasnya.

BERITA VIDEO : KAPOLRI TEGASKAN KE KOMISI III, POLRI TETAP SOLID

Ketika itu juga, Kapolri meminta agar segera menjemput FS dan saat itu masih bertahan dengan keterangan awal.

Akhirnya timsus menempatkan Ferdy Sambo di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Setelah itu, Bharada RE menuliskan pengakuan dari awal Magelang, Jawa Tengah sampai Jakarta.

Dalam tulisan tangan, Bharada RE mengaku menembak Brigadir Yosua atas perintah FS dan pihaknya menangkap Bripka Riki dan Kuat.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved