Penembakan Brigadir J

Dalangi Pembunuhan Berencana, Irjen Ferdy Sambo Jalani Sidang Kode Etik Kamis Pagi Ini

Kondisi Ferdy Sambo yang sudah hadir sejak pukul 07.30 bersama saksi-saksi lain itu dalam kondisi sehat sebelum menjalani sidang kode etik.

Editor: Ichwan Chasani
Tangkap Layar YouTube KompasTV
Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, menjalani sidang etik di Mabes Polri, Kamis (25/8/2022). Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan menjadi tersangka otak pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua alias Brigadir J. 

Kemudian, Irjen Ferdy Sambo membuat skenario seolah-olah ada baku tembak antara Brigadir Yosua dan Bharada E.

Irjen Ferdy Sambo menembakkan senjata Brigadir J ke dinding rumah setelah Brigadir J meregang nyawa.

Baca juga: SIM Keliling Karawang Kamis 25 Agustus 2022 di Depan Polsek Telagasari Hingga Pukul 15.00 WIB

Baca juga: Produknya Dijual di Alfamart, Pelaku UMKM Asal Purwakarta Raih Omzet Rp 500 Juta Lebih

Hingga kini Polri masih enggan membeberkan motif pembunuhan karena sensitif.

Namun Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prawabo memastikan soal motif pembunuhan itu akan terungkap di persidangan. 

Selain Irjen Ferdy Sambo, polisi juga telah menetapkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana tersebut.

Kemudian, Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), dan KM alias Kuat yang merupakan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir Putri juga ditetapkan sebagai tersangka. 

Putri Candrawathi terlibat pembunuhan berencana karena berada di rumah dinas, tempat kejadian perkara (TKP), Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca juga: Kapolri Sebut 97 Anggota Polisi Diperiksa Terkait Kasus Brigadir Yosua, 18 Diantaranya Ditahan

Baca juga: Harga Telur Ayam di Karawang Mencapai Rp 31 Ribu Per Kilogram

Putri Candrawathi berada di lantai tiga rumah dinas tersebut, saat Bripka Ricky Rizal dan Bharada E ditanya kesanggupan untuk menembak almarhum Brigadir J. 

Putri Candrawathi diduga mengikuti skenario yang dibangun Irjen Ferdy Sambo.

Ia juga bersama suaminya ketika momen menjanjikan uang kepada Bharada E, Ricky, dan Kuat Maruf.

Uang tersebut diduga untuk membungkam ketiganya terkait pembunuhan Brigadir J.

Bharada E bertugas menembak, Bripka Ricky dan KM ikut menyaksikan penembakan tersebut dan tidak melaporkan rencana pembunuhan.

Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved