Berita Nasional

Pengamat Energi Ini Sebut Penyesuaian Harga BBM Bisa Dialihkan ke Pendidikan dan Kesehatan

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan akui, anggaran subsidi BBM dialihkan untuk pembangunan sektor lain, seperti pendidikan dan kesehatan.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Ilustrasi - Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengakui, penyesuaian harga BBM untuk mengurangi beban APBN merupakan langkah yang tepat. 

TRIBUNBEKASI.COM - Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengakui, penyesuaian harga BBM untuk mengurangi beban APBN merupakan langkah yang tepat.

Ia pun mengatakan anggaran subsidi BBM sebaiknya dialihkan untuk pembangunan sektor lain, seperti pendidikan dan kesehatan.

"Bahasanya bukan kenaikan, tapi lebih kepada mengurangi beban subsidi yang harus pemerintah bayarkan kepada badan usaha."

"Saya kira hal ini perlu dilakukan untuk menyelamatkan beban keuangan negara," ujar Mamit.

Baca juga: Ini Tanggapan Luhut Hingga Jokowi Soal Isu Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Jenis Pertalite dan Solar

Baca juga: Rencana Kenaikan BBM Bersubsidi Mulai Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok

Baca juga: Ada 25 Lokasi SPBU di Kabupaten Bekasi yang Terima Pendaftaran BBM Bersubsidi, Simak Daftarnya

Mamit menuturkan beban keuangan negara semakin berat jika tidak ada pengurangan subsidi bisa dipastikan.

Saat ini, beban kompensasi yang harus dibayarkan negara kepada badan usaha sangat besar kurang lebih Rp 502 T.

Mamit perkirakan, butuh kurang lebih Rp 65 T untuk menambah beban subsidi BBM dan kompensasi sampai akhir tahun ini, jika tidak ada pembatasan atau ruang fiskal yang cukup kuat untuk APBN.

"Penambahan kuota untuk Pertalite kurang lebih 5 juta kiloliter dan solar subsidi kurang lebih 1,5 juta kiloliter."

Dengan adanya pengurangan beban subsidi ini, maka bisa dipastikan akan sangat membantu keuangan negara," kata Mamit.

Lebih lanjut, ia sarankan pemerintah untuk menghentikan pemborosan APBN karena uang negara bisa dialihkan untuk hal yang produktif di sektor lain yang membutuhkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved