Berita Internasional

Pemikiran Realistis Elon Musk, Ungkap Dampak Terburuk Masyarakat Dunia Tanpa Migas: Peradaban Runtuh

Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk ungkap dampak terburuk bila masyarakat dunia tanpa minyak bumi dan gas (Migas).

Editor: Panji Baskhara
Wikipedia
Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk ungkap dampak terburuk bila masyarakat dunia tanpa minyak bumi dan gas (Migas). Foto: Elon Musk 

TRIBUNBEKASI.COM - Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk ungkap soal dampak terburuk bila masyarakat dunia tanpa minyak bumi dan gas (Migas).

Menurut Elon Musk, sebab saat ini migas masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia, meski demikian harus ada pengembangan energi berkelanjutan.

Hal ini diungkapkan Elon Musk di hadapan wartawan dalam sebuah konferensi di Norwegia, Senin (29/8/2022).

Elon mengatakan, ia berpikir realistis bahwa minyak dan gas masih dipergunakan sebagai energi oleh industri dan masyarakat.

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Elon Musk Berencana Bakal Mendirikan Pabrik Tesla di Planet Mars

“Secara realistis saya pikir kita perlu menggunakan minyak dan gas dalam jangka pendek, karena jika tidak, peradaban akan runtuh,” kata Elon Musk di sela-sela konferensi energi di kota selatan Stavanger seperti yang dilansir Reuters.

Ditanya apakah Norwegia harus terus mengebor minyak dan gas, Elon Musk berkata: "Saya pikir beberapa eksplorasi tambahan diperlukan saat ini."

Elon Musk juga bilang, “Salah satu tantangan terbesar yang pernah dihadapi dunia adalah transisi ke energi berkelanjutan dan ekonomi berkelanjutan. Itu akan memakan waktu beberapa dekade untuk menyelesaikannya."

Menurut Elon Musk, pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai di Laut Utara, dikombinasikan dengan paket baterai stasioner, dapat menjadi sumber energi utama.

“Itu bisa menyediakan sumber energi yang kuat dan berkelanjutan di musim dingin,” katanya.

Ia juga menyuarakan keprihatinan atas tingkat kelahiran, menggemakan pernyataan yang ia buat di Twitter akhir pekan lalu tentang risiko "runtuhnya populasi".

"Salah satu hal yang kurang jelas untuk saya khawatirkan adalah tingkat kelahiran, dan saya pikir penting bahwa orang memiliki cukup bayi untuk mendukung peradaban sehingga kita tidak menyusut," kata Elon Musk.

Menyiapkan teknologi self driving

Dalam kesempatan yang sama, Elon Musk juga menjelaskan, dirinya tengah menyiapkan teknologi self-driving pembuat mobil listrik pada akhir tahun.

Berharap hal itu bisa dirilis secara luas di Amerika Serikat dan mungkin di Eropa, tergantung pada persetujuan peraturan.

Elon Musk mengatakan perhatiannya saat ini terfokus pada pesawat luar angkasa SpaceX Starship dan mobil listrik Tesla yang dapat mengemudi sendiri.

"Dua teknologi yang saya fokuskan, mencoba untuk menyelesaikannya secara ideal sebelum akhir tahun, membawa Starship kami ke orbit ... dan kemudian memiliki mobil Tesla untuk dapat melakukan self-driving," ujarnya.

Dia juga bilang, "Memiliki self-driving yang dirilis secara luas setidaknya di AS, dan ... berpotensi di Eropa, tergantung pada persetujuan peraturan," kata Elon Musk. ()

(Tribunnews.com/Kontan.co.id/Barratut Taqiyyah Rafie)

Artikel ini telah tayang di  dengan judul "Elon Musk: Dunia Masih Membutuhkan Minyak dan Gas, Jika Tidak Peradaban akan Runtuh"

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved