Berita Nasional

Atasi Permasalahan Pelaku Ekraf di Kendari, Kemenparekraf Gelar Workshop KaTa

Subsektor kuliner dan kriya menjadi andalan Kota Kendari, namun para pelakunya masih terkendala masalah pemasaran.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 yang diselenggarakan di X-Bro Cafe dan Blume, Kota Kendari, baru-baru ini. 

TRIBUNBEKASI.COM — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengatasi permasalah pelaku ekonomi kreatif dengan menggelar Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022.

Salah satu kendala yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif adalah seputar pemasaran. Hal itu seperti yang dialami para pelaku ekonomi kreatif di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Subsektor kuliner dan kriya menjadi andalan Kota Kendari, namun para pelakunya masih terkendala masalah pemasaran.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang hadir dalam workshop tersebut mengaku bangga dengan antusiasme, optimisme pelaku ekonomi kreatif di Kota Kendari yang mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif berbasis dua subsektor, yaitu kuliner dan kriya.

”Semoga tahun depan Kendari bisa mengikuti proses uji petik untuk menentukan subsektor unggulan apakah kuliner atau kriya,” ungkap Sandiaga dalam pernyataan resminya. 

Baca juga: Tinjau Lokasi Kecelakaan Maut di Bekasi, Ridwan Kamil: Sangat Bikin Sedih

Baca juga: Pertengahan September, Kejari Karawang Putuskan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Pokir DPRD

Dalam workshop itu juga terungkap bahwa selain pemasaran yang lebih gencar dan masif, bantuan pemerintah seperti bedah desain juga diperlukan untuk membantu pelaku UMKM mengerti bagaimana packaging yang baik dan menyesuaikan dengan kearifan lokal.

“Peningkatan kemasan, citarasa, kualitas maupun story telling sangat diperlukan untuk pemasaran produk agar kuliner Kendari dan Sultra lebih dikenal Nusantara maupun dunia,” jelas Sandiaga. 

Contohnya, cerita tentang latar belakang pembuatan kuliner kasuami yang dibuat tahan lama karena dipakai untuk melaut sehingga bisa bertahan beberapa minggu, perlu diberitahukan kepada pelanggan. 

Sementara untuk kendala pengiriman yang kerap dihadapi UMKM daerah, Sandiaga menegaskan saat ini pihaknya sudah bekerja sama dengan penyedia jasa layanan logistik, kurir dan maskapai penerbangan agar memiliki interkoneksi yang lebih baik.

”Ke depan dengan permintaan yang lebih banyak dan pengaturan lebih baik, kita yakin harga logistik yang sekitar 25 – 30 persen bisa kita turunkan,” terang Sandiaga.

Baca juga: Polisi Kembali Periksa Sopir Truk Trailer Hari Ini Atas Insiden Kecelakaan Maut di Bekasi

Baca juga: Usai Kecelakaan Maut, Kegiatan Sekolah di SDN Kota Baru II dan III Diliburkan

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved