Berita Karawang

Sekda Karawang Jelaskan Revisi Perda RTRW untuk Akomodir Kehadiran Proyek Strategis Nasional

Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Acep Jamhuri, meminta warga Karawang jangan khawatir dan curiga kepada revisi Perda RTRW.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: AC Pinkan Ulaan
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Desa Karangligar selalu terendam banjir saat musim hujan. Karena itu warganya khawatir perubahan RTRW di Telukjambe akan membuat banjir semakin parah. Keterangan foto: (ilustrasi) banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Senin (8/11/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG -- Ramainya penolakan revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Karawang, membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Acep Jamhuri, angkat bicara.

Menurut Acep, revisi RTRW itu perlu dilakukan karena hadirnya proyek strategis nasional di Karawang.

Dengan begitu, secara otomatis RTRW daerah di sekitar proyek strategis nasional itu harus diubah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Acep Jamhuri
Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Acep Jamhuri (TribunBekasi.com)

 

"Misal ada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTGU) Cilamaya dan TOD Kereta Cepat, kan harus diubah RTRW. Enggak mungkin turun di bawahnya sawah, karena ada pengembangan perkotaannya," kata Acep, Kamis (1/9).

Peruntukan dalam 1 wilayah

Acep juga menyebutkan bahwa tak ada perubahan yang fundamental dalam rancangan perda tentang perubahan RTRW, yang telah digagas sejak 2 tahun lalu.

Katanya, dalam sebuah kecamatan ada wilayah yang memang diperuntukkan untuk perkotaan, perumahan, maupun pertanian.

"Kami tidak akan mengakomodir itu kalau misalnya aspek-aspek, yang didasari dan kajian ahli, itu tidak memungkinkan (perubahan RTRW)," kata Acep.

Perda lahan pertanian

Halaman
1234
Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved