Berita Kriminal

Irjen Ferdy Sambo Ajukan Banding PTDH, Kadiv Humas Mabes Polri: Nanti Langsung Diproses

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo akui, selama tiga hari paska disidang, Irjen Ferdy Sambo buat pernyataan tertulis pengajuan banding.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Yulianto
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo akui, selama tiga hari paska disidang, Irjen Ferdy Sambo buat pernyataan tertulis pengajuan banding. Foto: Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, hadir mengikuti rekonstruksi pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, di rumah Dinas, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Rekonstruksi ini menghadirkan lima tersangka yang telah ditetapkan yaitu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf. Rekonstruksi tersebut memeragakan 78 adegan dengan rincian 16 adegan adalah peristiwa yang terjadi di Magelang pada tanggal 4,7,8 Juli 2022. 

TRIBUNBEKASI.COM - Irjen Ferdy Sambo telah mengajukan banding seusai hasil sidang putusan pelanggaran etik pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari institusi Polri pada Kamis (25/8/2022) lalu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, selama tiga hari paska disidang, Irjen Ferdy Sambo membuat pernyataan tertulis untuk pengajuan banding.

Kemudian, pihak Mabes Polri memiliki waktu meneliti pengajuan banding Irjen Ferdy Sambo selama 21 hari.

"Sesuai dengan Pasal 69 baru 21 hari ajukan memori banding langsung disusun sidang komisi banding, sidang komisi banding memiliki waktu 30 hari untuk segera menyelesaikan sidang kode etiknya," tegasnya, pada Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Kasus Brigadir J Tewas, Kompol CP dan Kompol BW Terbukti Merusak Hingga Menghilangkan Barang Bukti

Baca juga: Video Brigadir J Tergeletak Setelah Ditembak, Komisioner Komnas HAM: Video Ini Sengaja Kami Potong

Baca juga: Penyidik Bareskrim Polri Sita Barang Bukti Dua Pucuk Senjata Api untuk Menghabisi Nyawa Brigadir J

Menurutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menunjuk komisi banding sidang etik Irjen Ferdy Sambo.

Saat ini komisi banding tengah menyiapkan administrasi fakta persidangan agar saat sidang berlangsung nanti sudah diputuskan.

"Setelah memori diterima oleh pak Agus (Kabareskrim) nanti langsung diproses untuk surat peirntah komisi banding," tuturnya.

Sebelumnya, Mabes Polri gelar sidang kode etik profesi Irjen Ferdy Sambo seusai terlibat pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat pada Kamis (25/8/2022) pagi.

Kabag Penum Kombes Nurul Azizah mengatakan, saat ini sudah ada sekira 15 saksi yang dihadirkan dalam ruang sidang etik.

"Saya mau update untuk saksi yang dihadirkan pada hari ini, tadi disampaikn ada lima orang dari Patsus Brimob HK, BA, AN, S dan BH hadir bersamaan dengan bapak FS," katanya.

Kemudian, saksi dari Patsus Provilos yang dihadirkan dalam sidang berinisial RS, AR, ACN, CP dan RA.

Sedangkan, saksi dari Patsus Bareskrim Polri yang dihadirkan adalag RR, KM dan Bharada E melalui zoom.

"Dua saksi dari luar Patsus HM, MB dan totalnya ada 15 terimakasih, nanti kita tunggu updatenya," tegasnya.

(Wartakotalive.com/M26)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved