Kenaikan harga BBM

Setelah Harga BBM Solar Naik, Tarif Perjalanan Bus AKAP Ikut Naik Sampai 40 Persen

Kenaikan harga Solar bersubsidi berdampak kepada kenaikan biaya operasional angkutan bus bertrayek, sehingga harga tiket bus akan dinaikkan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: AC Pinkan Ulaan
TribunBekasi.com
Kenaikan harga Solar bersubsidi berdampak kepada kenaikan biaya operasional angkutan bus bertrayek, dan akan dibebankan kepada konsumen berupa kenaikan ongkos perjalanan. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN -- Kenaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar langsung berdampak kepada pengusaha bisnis transportasi darat, khususnya perusahaan otobus (PO) yang melayani trayek antar kota antar provinsi (AKAP).

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, menyatakan kenaikkan harga BBM subsidi secara otomatis akan mendongkrak harga tiket bus AKAP akibat naiknya biaya operasional.

"Kenaikan BBM solar ini berdampak langsung terhadap biaya operasional bus. Kami pasti melakukan penyesuaian harga tiket mulai besok," kata pria yang akrab disapa Sani tersebut, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (3/9).

Besaran kenaikan

Sani menjelaskan, penyesuaian harga disesuaikan dengan jarak trayek bus.

Untuk bus yang melayani rute jarak pendek, tarifnya akan naik berkisar 25 persen, rute menengah naik 30 persen, dan rute jauh berkisar 35-40 persen.

Ada lagi masalah yang dikeluhkan Sani, yakni beberapa SPBU melakukan pembatasan pembelian kepada bus yang hendak membeli bahan bakar solar. Kondisi tersebut dinilainya semakin mempersulit pengusaha otobus.

"Kami minta setelah ada kenaikan harga solar ini, kami, khususnya angkutan umum, tidak dibatasi lagi pembeliannya seperti sekarang. Semua ini tinggal ketegsasan dan pengawasan Pemerintah saja," ucapnya.

Kenaikan harga suku cadang

Sani juga mengharapkan agar Pemerintah merangkul para pengusaha otobus yang saat ini juga menghadapi masalah kenaikkan harga suku cadang (spare parts) kendaraan.

"Yang harus diketahui semua pihak adalah, sebelum kenaikan BBM solar terjadi harga spare parts sudah naik. Dalam kurun waktu tiga bulan ini saja kenaikan harga spare parts sudah sampai 15 persen naiknya," kata Sani mengeluh.

Pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar, serta BBM non-subsidi Pertamax 92 yang mulai diberlakukan pada Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB.

Adapun tarif baru yang berlaku adalah Pertalite dari harga Rp7.650 naik menjadi Rp10.000 per liter, solar dari harga Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter. Kemudian Pertamax 92 dari harga Rp12.500 naik menjadi Rp14.500.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved