Berita Nasional

Kemenhub Umumkan Tarif Ojek Online dan Bus AKAP Setelah Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Ini Daftarnya

Tidak hanya tarif terbaru ojol, pihak Kemenhub juga mengumumkan keputusan mengenai tarif terbaru bus AKAP.

Editor: Panji Baskhara
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Dirjenhubda Kemenhub, Hendro Sugiatno mengumumkan tarif ojek online dan bus AKAP terbaru. Foto: Sejumlah driver ojek online di Surabaya 

TRIBUNBEKASI.COM - Diduga dampak kenaikan harga BBM bersubsidi, kini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) umumkan tarif terbaru ojek online (Ojol).

Tidak hanya tarif terbaru ojol, pihak Kemenhub juga mengumumkan keputusan mengenai tarif bus AKAP terbaru.

Mengenai harga ojol dan bus AKAP terbaru, disampaikan Dirjenhubda Kemenhub, Hendro Sugiatno, pada Rabu (7/9/2022).

Hendro menjelaskan penyesuaian tarif ini dalam rangka penyesuaian biaya jasa dari beberapa komponen seperti PPn, UMR, dan lain sebagainya.

Baca juga: Ada Tarif Ojek Online Terbaru Setelah Pengumuman Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Ini Tanggapan Gojek

Baca juga: Ciri-ciri Pelaku Pelecehan Anak Beratribut Ojek Online di Tambun Selatan, Warga: Motornya Yamaha Mio

Baca juga: Pengemudi Ojek Online Siram Air Aki ke Pelanggannya Ditangkap Polisi, Mengaku Sakit Hati ke Korban

"Jadi perhitungan komponen penentuan tarif ojek online itu ada biaya langsung dan biaya tidak langsung. Untuk komponen biaya ojek online"

"Yaitu kenaikan UMR, asuransi pengemudi, dan biaya jasa minimal empat kilometer, dan kenaikan harga PPn" ujar Hendro Sugiatno dalam konferensi pers yang ditayangkan Breaking News Kompas TV.

Berdasarkan penjelasan Hendro menurut Keputusan Menteri Perhubungan (KP) terbaru tahun 2022, ada kenaikan dari tarif ojek online.

Untuk zona I, batas bawah dimulai dengan tarif sebesar Rp 2.000 sedangkan batas atasnya adalah Rp 2.500.

Sementara untuk biaya jasa minimal di zona I yang disesuaikan berdasarkan jarak empat kilometer pertama dikenai tarif sebesar Rp 8.000-Rp 10.000.

Lalu untuk zona II, batas bawah dipatok tarif sebesar Rp 2.550 dan batas atas sejumlah Rp 2.800.

Untuk biaya jasa minimal di zona II ditetapkan tarif berdasarkan jarak empat kilometer pertama dari Rp 10.200-Rp 11.200.

Terakhir yaitu zona III, batas bawah dikenai biaya sebesar Rp 2.300 dan batas atas yaitu Rp 2.800.

Sementara untuk biaya jasa minimal disesuaikan jarak empat kilometer pertama sebesar Rp 9.200-Rp 11.000.

Selanjutnya, Hendro mengungkapkan untuk besaran biaya tidak langsung berupa biaya sewa penggunaan aplikasi telah ditetapkan paling tinggi sebesar 15 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved