Berita Kriminal

Lie Detector, Kadiv Humas Mabes Polri: Tingkat Akurasinya 93 Persen

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi mengatakan alat pendeteksi yang dimiliki Puslabfor Polri terverifikasi.

Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Miftahul Munir
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi mengatakan alat pendeteksi yang dimiliki Puslabfor Polri terverifikasi. 

TRIBUNBEKASI.COM - Polri klaim hasil pemeriksaan menggunakan alat lie detector atau pendeteksi kebohongan bisa dijadikan sebagai alat bukti di persidangan. 

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Dedi mengatakan alat pendeteksi yang dimiliki Puslabfor Polri sudah terverifikasi.

Dengan itu, diyakini bahwa pemeriksaan ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

"Sama dengan ikatan forensik di Indonesia, untuk polygraph ada ikatan secara universal di dunia, pusatnya di Amerika."

Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Ajukan Banding PTDH, Kadiv Humas Mabes Polri: Nanti Langsung Diproses

Baca juga: Terkait Kematian Brigadir Yosua, Itsus Mabes Polri Periksa Dirkrimum Polda Metro Jaya

Baca juga: Ditempatkan di Tempat Khusus Selama 30 Hari, Mabes Polri Pastikan Ferdy Sambo Belum Tersangka

"Dan alat polygraph yang digunakan puslabfor kita ini semuannya sudah terverifikasi dan juga sudah tersertifikasi baik ISO maupun dari perhimpunan polygraph dunia," kata Dedi, dikutip dari tayangan YouTube KompasTv, Kamis (8/9/2022).

Lanjut Dedi mengatakan, alat lie detector kepunyaan Polri buatan dari Amerika dan telah digunakan Puslabfor Polri sejak tahun 2019.

Dedi menyebut, alat pendeteksi kebohongan tersebut memiliki tingkat akurasi mencapai 93 persen.

Karena itu, hasil polygraph atau lie detector dinilai memiliki kekuatan hukum.

"Alat yang kita punya ini alat dari Amerika tahun 2019 dan tingkat akurasinya 93 persen," kata Dedi.

"Hasil polygraph setelah saya berkomunikasi dengan puslabfor dan juga operator polygraph, bahwa hasil polygraph atau lie detector itu adalah pro justitia. Nanti penyidik ​​juga mengungkapkan ke depan

 
Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved