Berita Bekasi

Organda Kota Bekasi Usulkan Kenaikan Tarif Baru Angkutan Umum ke Pemkot, Ini Besarannya

Organda Kota Bekasi juga tengah mendorong terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang nantinya diberikan kepada para supir angkutan umum.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Muhammad Azzam
Ilustrasi - Angkutan Kota (angkot) di Kota Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN — Ketua DPC Organda Kota Bekasi, Indra Hermawan mengatakan telah mengusulkan besaran tarif baru angkutan umum ke Pemerintah Kota Bekasi menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini.

Indra Hermawan menyebut jika besaran tarif baru tersebut, sudah disampaikan oleh DPC Organda Kota Bekasi ke Pemerintah Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

Besaran tarif baru ini pun juga sudah disepakati oleh para supir angkutan umum di Kota Bekasi.

"Kita sudah berbicara dengan Pemkot cuma tinggal menunggu keputusan dari Plt Wali Kota aja. Kalo kenaikan tarifnya itu Rp.2.000 untuk jarak jauh. Kalo untuk jarak dekat Rp. 1.000," kata Indra Hermawan, Jumat (9/9/2022).

Berdasarkan usulan tarif baru itu yang disampaikan oleh Organda Kota Bekasi, menurut Indra, hal ini sudah disepakati menjadi tarif baru angkutan umum di Kota Bekasi, menyusul kenaikan harga BBM kali ini. Hanya saja saat ini, Organda Kota Bekasi masih menunggu Peraturan Wali Kota terkait penetapan tarif itu.

Baca juga: Ratusan Massa Aliansi Buruh Karawang Demo Tolak Kenaikan BBM di Kantor Bupati dan DPRD

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Sabtu Besok Terakhir, PMA Jepang Produsen Lampu Butuh 50 Orang Operator

"Iya. Tapi sampai sekarang belum turun-turun nih (Perwal). Seharusnya kan secepatnya ya. Karena itu tinggal finalisasi, lalu tanda tangan pak Plt Wali Kota," katanya.

Selain membicarakan terkait tarif baru angkutan umum, Organda Kota Bekasi juga tengah mendorong terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang nantinya diberikan kepada para supir angkutan umum.

Pihaknya juga mendorong agar penetapan BLT itu agar Organda tetap dilibatkan.

"Ya kita sudah minta untuk BLT, bantuan langsung tunai dari dana aloksi umum (DAU) nya agar Organda dilibatkan, karena kan kalo misalnya Organda tidak dilibatkan takutnya tidak sesuai atau tepat sasaran," katanya.

Meski begitu, hingga saat ini diungkapkan oleh Indra, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pemerintah Kota Bekasi terkait bantuan tersebut.

Baca juga: Makan Hewan Ternak Warga, Damkar Karawang Tangkap Ular Sanca Sepanjang 5 Meter

Baca juga: Persipasi Kota Bekasi Fokus Perkuat Teamwork Jelang Liga 3 Jawa Barat

Sebab, hingga saat ini pihaknya juga mengaku belum mendapatkan kabar terkait bantuan angkutan umum itu.

"Nah kalo Dinas Perhubungan sih kemarin bilang sampai saat ini belum ada informasi dari pak Wali. Katanya Organda suruh tanyakan langsung ke pak Plt. Cuma kan kalo menurut dari pada Peraturan Menteri Keuangan kan sudah otomatis. Dan itu paling lambat satu minggu. Tapi sampai saat ini belum ada kabar," ucapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved