Berita Nasional

Alasan Kamar Dagang Indonesia Pilih Dana Subsidi BBM Dialokasikan ke Pembangunan Sekolah Hingga RS

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menilai dana subsidi BBM lebih tepat dialokasikan ke pembangunan sekolah dasar hingga rumah sakit.

Penulis: Panji Baskhara | Editor: Panji Baskhara
SERAMBI INDONESIA/HENDRI
Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menilai dana subsidi BBM lebih tepat dialokasikan ke pembangunan sekolah dasar hingga rumah sakit. Foto: Petugas pengisian bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina Persero 

TRIBUNBEKASI.COM - Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid angkat bicara soal langkah pemerintah atasi dampak besar kenaikan harga BBM bersubsidi.

Diterangkan Arsjad Rasjid, langkah pemerintah alokasi 25 persen APBN untuk bansos atau BLT ke warga tersebut, demi mengurangi dampak kenaikan harga BBM bersubsidi adalah langkah tepat.

Dijelaskannya kembali, hal itu agar Indonesia bisa keluar dari jeratan subsidi BBM yang buruk untuk lingkungan.

"Selain itu dana subsidi BBM yang sebesar itu akan berdampak besar bagi masa depan jika dialokasikan untuk bangun 200 ribu SD (sekolah dasar),"

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Berlanjut, Ditlantas Berlakukan Rekayas Lalin di Sekitar Istana Negara

Baca juga: Ada 65.975 Warga Penerima BLT BBM di Kota Bekasi, Begini Cara Mengambilnya

Baca juga: Pemerhati Energi Nilai Banyak Energi Alternatif Bisa Dikembangkan Saat Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

"40 ribu Puskesmas dan 3 ribu rumah sakit di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)," katanya Arsjad melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/9/2022).

Saat ini, tambahnya, untuk mencegah dampak sosial bagi kelompok masyarakat rentan, pemerintah gelontorkan BLT untuk keluarga pra-sejahtera, kelompok rentan.

Seperti nelayan dan petani dan masyarakat miskin serta bantuan subsidi upah (BSU) bagi karyawan untuk menjaga daya beli serta mobilitas mereka.

"Adapun pemerintah sendiri menambah alokasi bansos sebesar Rp 24,17 triliun tahun ini. Itu sangat tepat" ujar dia.

Dari sudut dunia usaha, Arsjad akui kenaikan harga BBM pastinya akan menimbulkan kenaikan harga di beberapa sektor terutama transportasi dan logistik.

Akibat biaya logistik yang naik, barang dan jasa juga akan terkerek naik terutama di UMKM yang ketergantungan akan BBM tinggi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved