Berita Kriminal

Diancam Dihabisi karena Beda Paham Organisasi, Wanita di Karawang Mengadu ke Polisi

Setelah membuat laporan pengaduan ke Reskrim Polres Karawang, kata Irman Zufari, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
Wartakotalive.com
Ilustrasi penganiayaan dan pembacokan. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Seorang wanita berinisial RR (49) asal Karawang, Jawa Barat mendatangi Mapolres Karawang usai mendapat ancaman pembunuhan.

RR diancam dihabisi oleh MR (50) karena sudah beda paham organisasi.

RR sendiri memang sebelumnya pernah ikut organisasi bersama MR.

Bahkan karena dinilai tak sealiran lagi salah satu keluarga RR sempat dianiaya oleh pengikut aliran tersebut dan salah satu pelaku penganiayaan telah diamankan Polsek Telukjambe Timur.

Kuasa Hukum RR, Irman Zufari mengatakan, kedatangannya untuk meminta perlindungan. Karena perbuatan MR itu melanggar Undang-undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan ras dan etnis.

Baca juga: Penangkapan Sindikat Pengoplos Elpiji Subsidi, Polisi Sita Tiga Mobil dan 603 Tabung Gas

Baca juga: SIM Keliling Kabupaten Bekasi Selasa, 13 September 2022, di MPP Lotte Mart Cikarang, Cek Syaratnya

"Dalam pasal 4 junto pasal 16, bahwa di pasal 4 A2, itu diatur salah satunya berpidato atau mengatakan sesuatu yang di dengar, yang diketahui oleh orang atau orang banyak, yang mengungkapkan kebencian etnis. Disini, di pasal 16 nya diatur tentang ancaman hukumannya, orang yang berlaku demikian diancam pidana 5 tahun," kata Irman Zufari  kepada wartawan, Senin (12/9/2022).

Irman Zufari menyebut kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Telukjambe Timur. Pada hari Selasa (6/9/2022) sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat keributan, pelaku mengancam membunuhnya karena sudah berbeda aliran.

"Ada kata-kata pelaku adalah, ketika ditegur guna mengingatkan ada orangtua yang sedang sakit di rumah oleh korban, yang awalnya si pelaku tidak menggubris dan si korban menegaskan kembali kepada pelaku, si pelaku mengatakan 'diam kamu, kamu saya gorok, saya bunuh kamu, kamu juga halal dibunuh, keluarga ini halal untuk dibunuh, keluarga ini keluarga murtad, saya usir keluarga ini,' kata si pelaku kepada korban," kata Irman Zufari.

Tindakan tersebut, kata Irman Zufari, suatu yang bermuatan dan mengarah kepada unsur paham radikal.

Baca juga: SIM Keliling Karawang Selasa 13 September 2022 di Mal Cikampek, Simak Detail Persyaratannya

Baca juga: SIM Keliling Kota Bekasi Selasa 13 September 2022 di Mega Bekasi Hypermall Hingga Pukul 10.00 WIB

"Mungkin kami tidak akan berhenti sampai disini, kami akan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk segera menindaklanjuti situasi ini, jangan sampai terlambat kemudian saling salah menyalahkan," ujar dia.

Setelah membuat laporan pengaduan ke Reskrim Polres Karawang, kata Irman Zufari, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Pihaknya juga akan mempertimbangkan meminta perlindungan korban ke lembaga perlindungan saksi dan korban guna pengamanan korban.

"Kita ingin setelah ini, kita akan berkoordinasi dengan MUI karena ini sudah merupakan tindakan hukum. Agar ada pencegahan kedepannya. Dan beberapa instansi pemerintah yang lain dan juga BNPT untuk teroris, kita juga akan berkoordinasi," ujar dia.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved