Berita Karawang

Ratusan Sekolah Rusak di Karawang, Anggota DPR Minta Pemda Kreatif Cari Terobosan Atasi Perbaikan

Saat ini Komisi X DPR RI sedang memperjuangkan agar anggaran pendidikan 20 persen dari APBN digunakan sepenuhnya untuk fungsi pendidikan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Syaiful Huda. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Syaiful Huda, meminta Pemerintah Kabupaten Karawang membuat terobosan dalam upaya perbaikan bangunan sekolah rusak.

Selain juga memprioritaskan anggaran di sektor pendidikan untuk perbaikan sekolah.

"Jadi jangan jadikan alasan keterbatasan anggaran untuk perbaikan sekolah. Lakukan terobosan dalam upaya perbaikan sekolah rusak," kata Syaiful Huda kepada wartawan di Karawang, Selasa (13/9/2022).

Dia menjelaskan, pemerintah mestinya mengutamakan dua sektor itu dalam belanja APBD.

Sebab, sektor ekonomi penting untuk pemulihan pascapandemi Covid-19. Sedangkan sektor pendidikan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia.

Baca juga: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Awal, BPBD Kabupaten Bekasi Imbau Masyarakat Waspada 

Baca juga: Naik Rp 3.000 Per Gram, Segini Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Hari Selasa Ini, Simak Rinciannya

Baca juga: Sebulan Sudah Bisa Dilintasi Pengendara, Pagar Pembatas Jembatan Antilope Belum Terpasang Sempurna

“Kami ingin porsi belanja untuk pendidikan diutamakan supaya agenda kita untuk menyiapkan sumber daya manusia yang terbaik tidak terpengaruhi oleh faktor karena belanja yang tidak prioritas untuk dunia pendidikan,” katanya.

Pemerintah daerah pun perlu membuat terobosan, seperti menggunakan dana CSR, bantuan pemerintah pusat, maupun lainnya.

aat ini Komisi X DPR RI sedang memperjuangkan agar anggaran pendidikan 20 persen dari APBN digunakan sepenuhnya untuk fungsi pendidikan.

Tahun ini, kata Syaiful Huda, Kemendikbud hanya mengelola Rp 82 triliun. Padahal 20 persen dari APBN berarti setara dengan Rp 600 triliun.

“Ini masih jauh banget. Ini jadi PR. Kami berharap (anggaran) 20 persen untuk pendidikan digunakan sepenuhnya untuk fungsi pendidikan,” tutupnya.

Seperti diketahui, di Kabupaten Karawang terdapat 468 ruang kelas SD dan 163 bangunan SMP yang berada dalam kondisi rusak. Beberapa di antaranya sudah roboh. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved