Berita Bekasi

Sempat Ditolak, DLH Kabupaten Bekasi Berencana Ajak Warga Studi Banding ke TPST di Kabupaten Bandung

"Pada prinsipnya sampah yang bau itu kalau numpuk sudah lama, kalau yang baru datang, kemudian sudah diberikan obat, tidak akan mengeluarkan bau,"

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Rahmat Atong -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi berencana mengajak masyarakat yang tinggal di dekat lokasi Tempat Pembuangan Sementara Terpadu (TPST) untuk studi banding ke TPST di Kabupaten Bandung. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG BARAT --- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi berencana mengajak masyarakat yang tinggal di dekat lokasi Tempat Pembuangan Sementara Terpadu (TPST) untuk studi banding ke TPST di Kabupaten Bandung.

Rencana tersebut bakal dilakukan menyusul pembuatan TPST di Kelurahan (sebelumnya ditulis desa) Kebalen, Kecamatan Babelan, sempat mendapat penolakan dari warga setempat yang mengkhawatirkan lingkungannya terdampak bau.

"Kami akan ajak masyarakat yang menolak untuk melihat kondisi TPST di Kabupaten Bandung. Di sana berjalan baik. Mudah-mudahan setelah melihat langsung ke sana, saya yakin mereka bisa menerima," ucap  Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Rahmat Atong saat dikonfirmasi, Rabu (14/9/2022).

TPST di Kabupaten Bandung, sambung Rahmat, telah dilengkapi dengan teknologi Refused Derived Fuel (RDF) dimana sampah-sampah yang bisa diolah akan dicacah dan dikeringkan untuk digunakan sebagai sumber energi terbarukan yang rendah emisi guna menggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik dan PLTU.

Selain itu, sampah-sampah yang baru didatangkan akan diberikan cairan untuk mengurangi bau busuk yang ditimbulkan sehingga tak akan mengganggu masyarakat sekitar.

"Pada prinsipnya sampah yang bau itu kalau numpuk sudah lama, kalau yang baru datang, kemudian sudah diberikan obat, tidak akan mengeluarkan bau," katanya.

Baca juga: Kurangi Beban TPST Bantargebang, Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah dan Pengangkutannya Sesuai Jadwal

Baca juga: Tanggapi Usulan TPST Bantargebang Jadi Lapangan Golf, Wagub DKI Bilang Perlu Dikelola Dulu

Sampah plastik dan kertas akan dipilah untuk diolah, sedangkan yang tak bernilai ekonomis bakal dibuang ke TPA Burangkeng bersama residu sampah sisa olahan daur ulang.

"Jadi di TPST itu sampah dipilah dulu, yang bisa diolah kemudian diproses. Nanti yang tidak menghasilkan nilai ekonomis sampahnya dibawa ke Burangkeng, residu lah ibaratnya. Pakai teknologi RDF," ungkapnya.

Rahmat memahami kekhawatiran warga sehingga pihaknya akan memberikan pemahaman dan edukasi untuk menjamin kesehatan, kenyamanan dan kebersihan warga di sekitar TPST.

BERITA VIDEO : PT SINERGI PATRIOT INGIN JADIKAN TPA SUMUR BATU PEMBANGKIT LISTRIK

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved