Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Kasus Brigadir J Hingga Pemilu 2024, Berikut Hasil Surveinya

Panel Survei Indonesia (PSI) lakukan survei terkait tingkat kepuasan masyarakat soal kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J hingga pemilu 2024

Editor: Panji Baskhara
Istimewa via infokomputer.grid.id
Panel Survei Indonesia (PSI) lakukan survei terkait tingkat kepuasan masyarakat soal kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J hingga pemilu 2024. Foto Ilustrasi: Survei 

Beberapa platform media sosial yang cukup dominan digunakan adalah FB, IG, Twitter dan WA.

Ssebanyak 26,8 persen dipengaruhi media -media mainstream, televisi, radio dan lainnya.

Kemudian sebanyak 32,9 persen dipengaruhi oleh keluarga, kerabat dan lingkungan tinggal mereka.

Namun, hasil survei hanya delapan parpol yang konsisten meraih tingkat keterpilihan jauh melampaui ambang batas parlemen.

Hal ini terjawab dari preferensi pilihan publik ketika ditanyakan Parpol yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini ,hasilnya:

- Partai Golkar 17,33 persen

- PDI Perjuangan 15,71 persen

- Partai Gerindra 15,32

- Partai Demokrat 6,86 persen

- PKS 5,90 persen

- PKB 5,43 persen

- Partai Nasdem 4,45 persen

- PAN 4,23 persen

- Perindo 3,11 persen

- Prima 2,89 persen

- PSI 2,77 persen

- PPP 2,23 persen

- Partai Garuda 1,45 persen

- PBB 1,34 persen

Sedangkan Partai lainnya hanya meraih nol koma sekian persen, di antaranya:

- Partai Gelora 0,78 persen

- Partai Hanura 0,44 persen

- Partai Ummat 0,21 persen, dan

- Swing voters 9,55 persen.

Kemudian, hasil survei ini juga membedah tentang kriteria tokoh yang diinginkan masyarakat sebagai penganti Presiden Jokowi.

Adapun hasil jawaban responden sebanyak 89,7 persen inginkan tokoh dengan kriteria k calon presiden RI yang ideal yaitu yang bisa menjalankan dan merealisasikan isi konstitusi.

Alasannya, karena ada ancaman kapitalisme yang cenderung menguntungkan segelintir elit saja yaitu dengan manfaatkan resource negara, tetapi bukan untuk rakyat.

Kemudian sebanyak 87,7 persen menginginkan tokoh yang bisa menjawab tantangan bangsa.

Sementara, semakin hari tantangan bangsa menjadi semakin berat.

Dimana Indonesia kaya raya, tetapi sebagian besar masyarakat belum menikmati hasilnya melalui pendidikan gratis, kesehatan gratis, tunjangan hari tua, dan tunjangan lainnya.

Lalu, sebanyak 90,7 persen inginkan tokoh yang punya track record dalam membuat kebijakan dan program berdampak positif, pada kehidupan sosioekonomi masyarakat.

Di sini masyarakat tak ingin terkecoh seolah-olah peduli dengan rakyat kecil, tetapi tidak diwujudkan dalam sebuah kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Dalam survei ini dicoba simulasi pasangan nama tokoh laki-laki dan perempuan untuk menjadi capres-cawapres.

Responden diberikan pertanyaan pasangan mana yang akan dipilih jika pilpres digelar hari ini.

Maka hasilnya pasangan Airlangga Hartarto-Khofifah Indar Parawansa dipilih sebanyak 27,28 persen.

Kemudian Ganjar Pranowo-Susi Pudjiastuti 21,83 persen, Prabowo Subianto-Sri Mulyani 20,88 persen, dan Anies Baswedan-Puan Maharani 18,64 persen.

Sementara yang tidak memilih sebanyak 11,37 persen.

Sementara itu, untuk simulasi pasangan sipil-militer ,preferensi pilihan masyarakat ketika disodorkan nama-nama pasangan tokoh militer-sipil, yang kemudian ditanyakan jika pemilihan presiden digelar hari ini, pasangan mana yang akan dipilih.

Maka hasilnya Pasangan Airlangga Hartarto-Moeldoko dipilih sebanyak 27,28 persen, Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar 22,18 persen, Andika Perkasa-Ganjar Pranowo 21,21 persen, dan Anies Baswedan-Gatot Nurmantyo 19,18 persen.

Sementara yang tidak memilih sebanyak 10,15 persen

Berlanjut dengan simulasi melakukan perubahan nama pasangan dengan komposisi tokoh sipil dan militer.

Dengan pertanyaan pasangan mana yang akan dipilih jika pemilihan presiden di gelar hari ini, maka hasilnya pasangan Airlangga Hartarto-Andika Perkasa dipilih sebanyak 31,08 persen.

Lalu, Prabowo Subianto-Erick Thohir 23,20 persen, Ganjar Pranowo-Budi Gunawan 21,91 persen, Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono 18,21 persen dan tidak memilih 5,60 persen

Sikapi hasil survei dari Panel Survei Indonesia (PSI), Fuadil Ulum, Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia angkat bicara.

Ia mengatakan, survei PSI terhadap Airlangga Hartarto dipilih sebagai capres dengan elektabikitas tertinggi jika dipasangkan dengan Andika Perkasa maupun Khofifah Indar Parawansa sudah tepat.

Namun Partai Golkar harus terus meningkatkan mesin partai agar peluang Airlangga Hartarto menang sebagai capres di Pilpres 2024.

"Majunya Airlangga Hartarto sebagai capres di 2024 sudah tepat, tinggal bagaimana partai Golkar terus tingkatkan mesin partainya agar Ketum Golkar itu menang di Pilpres 2024," kata Fuadil kepada wartawan

Selain itu, adanya Ketua DPR RI, Puan Maharani dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto,Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan sosok Airlangga bisa menang jika KIB solid, untuk menangkan Airlangga sebagai capres di Pilpres 2024.

Hanya tinggal siapa sosok cawapres yang akan menemani Airlangga nanti.

"Kalau KIB solid peluang Airlangga sangat kuat ditambah siapa sosok cawapresnya nanti ujarnya.

Sementara itu kata dia, mendukung Polri dan Kejaksaan dalam menindak Ferdy Sambo dan membongkar kasus ini.

"Kalau mendukung transparansi di Polri dan Kejaksaan tentu Pak. Ini menyangkut semangat reformasi dan penegakan hukum kita."

"Lembaga negara kita harus berjalan dgn transparan dan akuntabel" paparnya.

(TribunBekasi.com/BAS)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved