Berita duka cita

Jantung Firman Langsung Berdegup Kencang saat Mendengar Kabar Azyumardi Azra Jatuh Sakit di Malaysia

Anak kedua Azyumardi Azra mengungkapkan situasi saat dia mendapat kabar kondisi sang ayah.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Rendy Rutama Putra
Firman, anak kedua Azyurmadi Azra, mengungkapkan kepada wartawan situasi ketika dia menerima kabar sang ayah jatuh sakit di Malaysia, saat ditemui di Perumahan Puri Laras II, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (20/9/2022) dini hari. 

TRIBUNBEKASI.COM, TANGERANG SELATAN - Tak ada yang menyangka Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra akan berpulang secepat ini.

Begitu juga yang dipikirkan oleh keempat anak anak Azyumardi Azra, sehingga mereka terkejut ketika menerima kabar sang ayah jatuh sakit di Malaysia.

Firman,, putra kedua dari empat bersaudara, mengungkapkan perasaannya yang terkejut tidak karuan ketika mengetahui sang ayah telah mengembuskan napas terakhir.

Firman menambahkan, pikirannya seketika kosong dan tidak tahu harus bersikap seperti apa, saat dokter yang menangani ayahnya mengatakan "Bapak Azyumardi sudah meninggal dunia".

"Saya di situ sangat kaget masih syok tidak ada pikiran Bapak bakal tidak ada," kata Firman, Selasa (20/9).

Firman juga mengungkapkan sudah memiliki perasaan tidak enak sejak dirinya masih berada di Indonesia, seusai sang ibu menginformasikan keadaan sang ayah yang mengalami sesak nafas.

Detak jantung Firman kala itu, katanya, langsung berdetak dengan sangat kencang, sebab sang ibu menyampaikan kabar itu dengan nuansa kepanikan.

Hal itu membuat dia tanpa berpikir panjang langsung mengambil keputusan mengikuti arahan sang ibu untuk menemani.

"Kata ibu ayah jatuh sakit, sesak di pesawat. Saya diminta segera pulang. Di situ ibu sudah panik meminta agar bisa segera menyusul pada saat itu," kata Firman.

Ketika bertemu pihak keluarga, dan melihat ayahnya dalam kondisi sakit, Firman menceritakan tidak kuat menahan air mata yang sudah dibendungnya.

Namun dia merasa harus tetap kuat melihat kondisi di depan matanya, dan tidak ingin sang ibu larut dalam kepanikan dan kesedihan akan sikapnya, apabila dia menangis.

Diketahui, Azyumardi Azra meninggal di Malaysia karena penyakit jantung.

Cendekiawan Muslim itu terkena serangan jantung dalam penerbangan menuju Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (17/9).

"(Kena) serangan jantung," ujar Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono, pada Minggu (18/9).

Azyumardi sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia. (m37)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved