Kegaduhan Mukernas, Ini Tanggapan Presidium Nasional BEM PTNU se-Nusantara

Presidium Nasional BEM PTNU se-Nusantara, Wahyu Al Fajri angkat bicara soal musyawarah kerja nasional (Mukernas) di Universitas Alma Ata Yogyakarta.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Presidium Nasional BEM PTNU se-Nusantara, Wahyu Al Fajri 

TRIBUNBEKASI.COM - Presidium Nasional BEM PTNU se-Nusantara, Wahyu Al Fajri angkat bicara soal musyawarah kerja nasional (Mukernas).

Dimana Mukernas tersebut, lanjut Wahyu, telah dilaksanakan di Universitas Alma Ata Yogyakarta, pada 16-19 September 2022.

Namun, Mukernas menurut Wahyu sendiri telah melanggar ketetapan AD/ART.

"Majelis Pembina Nasional sudah melayangkan surat bahwa agenda Mukernas tersebut dibubarkan dan hal-hal yang diperoleh dari hasil acara tersebut maka tidak sah, dan tidak ada badan hukum untuk memperkuatnya" ujarnya Wahyu Al Fajri, Selasa (20/9/2022) dalam keterangan tertulisnya.

Kegaduhan tersebut kata Wahyu akibat rundown dadakan tanpa terkonfirmasi Presidium Nasional yang isinya terkait sidang pleno.

Rundown dadakan tersebut kata dia dikabarkan pihak panitia di grup peserta.

"Sehinga terjadi sebuah forum yang tidak ketahui, namun dijadikan sebagai media untuk melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) secara sepihak tanpa alasan yang jelas," terangnya.

Padahal sebelumnya Wahyu mengaku sudah rapat secara keseluruhan bersama BPH setelah acara seminar.

Hal tersebut agar acara malam itu dilanjutkan pada esok hari.

Sebab, hal itu ketika melihat kondisi psikologis peserta yang mulai lelah karena sudah berkegiatan dari pagi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved