Berita Kriminal

Oknum PNS Karawang Diduga Culik Hingga Aniaya Wartawan dan Pegiat Media Sosial, Polisi Bentuk Timsus

Kapolres Karawang akui tim khusus itu dibentuk untuk selidiki kasus penculikan dan penganiayaan seorang wartawan dan pegiat media sosial.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
Pixabay.com via Kompas.com
Ilustrasi: Kapolres Karawang akui tim khusus itu dibentuk untuk selidiki kasus penculikan dan penganiayaan seorang wartawan dan pegiat media sosial. 

TRIBUNBEKASI.COM - Polres Karawang membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan penculikan dan penganiayaan wartawan dan pegiat media sosial, oleh oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Karawang.

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono mengatakan tim khusus itu dibentuk untuk selidiki kasus penculikan dan penganiayaan seorang wartawan dan pegiat media sosial.

Tim tersebut akan bekerja secara ekstra agar kasusnya bisa ditangani dengan cepat.

"Senin malam kami telah menerima laporan dari korban mengenai kasus itu. Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim membentuk tim khusus," kata Aldi kepada awak media pada Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Dua Warga Diduga Diculik dan Dianiaya Oknum PNS Karawang Dicekoki Miras dan Dipaksa Minum Air Urine

Baca juga: Insiden Dua Warga Diduga Diculik Oknum PNS Viral, Bermula dari Acara Launching Persika 1951 Karawang

Dia menegaskan, pihaknya akan mendalami kasus tersebut sesuai aturan yang berlaku.

Siapapun yang terbukti bersalah bakal diproses tanpa pandang bulu.

"Intinya kami akan mendalami kasus ini, sehingga nantinya siapapun yang terbukti bersalah tentunya akan kami proses," ucapnya.

Aldi bahkan mengimbau kepada semua orang yang terlibat dalam penyulikan dan penganiayaan wartawan serta pegiat medsos itu segera menyerahkan diri.

Baca juga: Insiden Dua Warga Diduga Diculik Oknum PNS Viral, Bermula dari Acara Launching Persika 1951 Karawang

Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum PNS Karawang Diduga Menculik Hingga Menganiaya Dua Warga Viral di Media Sosial

Dengan demikian proses hukum bisa berjalan dengan cepat

"Intinya sekarang kita bagaimana mencari bukti pemulaan ataupun alat bukti yang lain, siapapun yang terlibat pasti kita proses," ungkap dia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved