Berita Kriminal

Garis Polisi Dipasang di Lokasi Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Dua Wartawan

Dua wartawan di Karawang diduga diculik dan dianiaya oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Karawang.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Aparat kepolisian dari Polres Karawang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi dugaan penculikan dan penganiayaan dua wartawan di Karawang, Jawa Barat. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Aparat kepolisian dari Polres Karawang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi penculikan dan penganiayaan dua wartawan di Karawang, Jawa Barat.

Olah TKP dan pemasangan garis polisi dilakukan di kantor Asosisasi Futsal Karawang (AFK) atau bekas kantor PSSI Karawang di lingkungan Stadion Singaperbangsa Karawang yang diduga menjadi lokasi penculikan dan penganiayaan.

"Iya sudah kami sudah olah TKP dan dipasang garis polisi sejak Selasa (20/9/2022) malam," ungkap Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy.

Polres Karawang membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan penculikan dan penganiayaan wartawan oleh oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Karawang.

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono mengatakan tim khusus itu dibentuk untuk menyelidiki kasus penyulikan dan penganiayaan seorang wartawan dan pegiat media sosial.

Baca juga: Ratusan Pedagang Mi dan Bakso Geruduk Graha Pariwisata Kabupaten Bekasi, Ada Apa?

Baca juga: Wow, Ternyata Anggaran Karangan Bunga di Kota Bekasi Capai Rp. 1,1 Miliar, Lebih Besar dari Bogor

Tim tersebut akan bekerja secara ekstra agar kasusnya bisa ditangani dengan cepat.

"Senin malam kami telah menerima laporan dari korban mengenai kasus itu. Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim membentuk tim khusus," kata AKBP Aldi Subartono kepada awak media pada Selasa (20/9/2022).

Dia menegaskan, pihaknya akan mendalami kasus tersebut sesuai aturan yang berlaku. Siapapun yang terbukti bersalah bakal diproses tanpa pandang bulu.

"Intinya kami akan mendalami kasus ini, sehingga nantinya siapapun yang terbukti bersalah tentunya akan kami proses," ucapnya.

AKBP Aldi Subartono bahkan mengimbau kepada semua orang yang terlibat dalam penyulikan dan penganiayaan wartawan serta pegiat medsos itu segera menyerahkan diri. Dengan demikian proses hukum bisa berjalan dengan cepat

Baca juga: Anggaran Renovasi Ruang Sidang DPRD Kota Bekasi Senilai Rp 6 Miliar Dapat Kritikan

Baca juga: Jeblok Lagi, Harga Emas Batangan Antam di Bekasi Hari Rabu Ini Rp 937.000 Per Gram, Cek Daftarnya

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved