Berita Daerah

Cerita Anne Ratna Mustika, Bupati Perempuan Pertama di Purwakarta

Ambu Anne mengaku sang suami yang mendorongnya maju sebagai bupati. Sebab, dia hanya ibu rumah tangga biasa yang tidak memiliki latar belakang politik

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
Dok.
Unggahan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika di akun instagram miliknya. Ambu Anne, sapaan akrabnya, diketahui jarang mengunggah foto bersama suaminya Dedi Mulyadi. Terakhir, Ambu Anne mengunggah foto bersama Dedi Mulyadi sekitar 23 pekan lalu, hingga terdengar kabar gugatan cerai yang dilayangkan Ambu Anne pertengahan September 2022 ini. 

TRIBUNBEKASI.COM, PURWAKARTA — Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, resmi menggugat cerai suaminya, Dedi Mulyadi, anggota DPR RI dari fraksi Partai Golongan Karya (Golkar).

Ambu Anne, sapaan akrabnya, melanjutkan kepemimpinan sang suami yang sudah menjabat Bupati Purwakarta dua periode.

Ambu Anne juga merupakan Bupati Purwakarta perempuan pertama.

Tentu tidaklah mudah ya karena ini sejarah pertama ada calon Bupati Purwakarta seorang perempuan. (Semasa Pilkada)," kata Ambu Anne, beberapa waktu lalu.

Ambu Anne menuturkan, ada beberapa kelompok masyarakat yang belum menerima akan tetapi dirinya menyatakan punya niat baik, bahwa pembangunan di Purwakarta harus berkesinambungan.

Baca juga: Produk Makanan dan Minuman Tanpa Sertifikasi Halal Dilarang Beredar Mulai 18 Oktober 2024

Baca juga: Bantu Warga Terdampak Kenaikan Harga BBM, Pemkab Bekasi Gelontorkan Anggaran Rp20 Miliar

"Saya punya tagline, "Melanjutkan Purwakarta Istimewa" yang mana itu tagline kepemimpinan sebelumnya. Kemudian saya sosialisasikan program-program," ungkap dia.

Akhirnya Ambu Anne menang dengan memperoleh suara terbanyak, 42 persen.

"Ini menjadi catatan sejarah dan semoga bisa menginspirasi perempuan-perempuan lainnya. Seperti yang tadi saya bilang, tantangan awalnya sungguh berat karena banyak yang tidak menghendaki, mereka bahkan sampai memotret dari sisi keagamaan, itu yang menjadi benturan," katanya.

"Tapi akhirnya proses bisa dilalui dan masyarakat (Purwakarta) menerima bupatinya seorang perempuan. Dan dengan program-program kerja yang saya lakukan, masyarakat merasakan betul manfaatnya, itu mungkin yang jadi masyarakat mulai menerimanya," ucapnya.

Ambu Anne juga mengaku sang suami yang mendorongnya maju sebagai bupati.

Baca juga: Warga Lambangsari Gelar Unjuk Rasa, Minta Kadesnya yang Korupsi PTSL Dibebaskan

Baca juga: Ribuan Pedagang Bakso Keluhkan Mahalnya Biaya Sertifikasi Halal

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved