Berita Daerah

Cerita Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika: Gaya Kepemimpinan Saya Beda dengan Suami

Anne Ratna Mustika terpilih menjadi Bupati Purwakarta melanjutkan kepemimpinan suaminya Dedi Mulyadi yang menjadi bupati dua periode.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
Dok. Instagram (Pribadi)
Unggahan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika di akun instagram miliknya, yang mengucapkan hari jadi Dedi Mulyadi, suaminya, sekitar 23 pekan lalu. 

Saya punya tagline, "Melanjutkan Purwakarta Istimewa" yang mana itu tagline kepemimpinan sebelumnya. Kemudian saya sosialisasikan program-program.

Akhirnya saya menang dengan memperoleh suara terbanyak, 42 persen. Ini menjadi catatan sejarah dan semoga bisa menginspirasi perempuan-perempuan lainnya.

Baca juga: Ribuan Pedagang Bakso Keluhkan Mahalnya Biaya Sertifikasi Halal

Baca juga: SIM Keliling Karawang Kamis 22 September 2022 di Depan Polsek Telagasari Hingga Pukul 15.00 WIB

Seperti yang tadi saya bilang, tantangan awalnya sungguh berat karena banyak yang tidak menghendaki, mereka bahkan sampai memotret dari sisi keagamaan, itu yang menjadi benturan.

Tapi akhirnya proses bisa dilalui dan masyarakat (Purwakarta) menerima bupatinya seorang perempuan.

Dan dengan program-program kerja yang saya lakukan, masyarakat merasakan betul manfaatnya, itu mungkin yang jadi masyarakat mulai menerimanya.

Apa yang mendorong Anda mengikuti Pilkada Purwakarta lalu?

Awalnya, tak pernah berpikir untuk mencalonkan diri menjadi bupati. Saya kan ibu rumah tangga, dan saya tidak punya backgroud (latar belakang) politisi atau aktivis.

Saya hanya aktif di organisasi yang karena saya itu seorang istri bupati.

Baca juga: SIM Keliling Karawang Kamis 22 September 2022 di Depan Polsek Telagasari Hingga Pukul 15.00 WIB

Baca juga: SIM Keliling Kabupaten Bekasi Kamis 22 September 2022 di MPP Lotte Mart Cikarang, Cermati Syaratnya

Saya tidak pernah ikut organisasi mahasiswa dan lainnya, jadi backgroud saya betul-betul ibu rumah tangga yang mendampingi tugas-tugas suami saya waktu itu.

Saya jadi bupati juga tidak pernah terbesit dalam benak saya, apalagi melihat suami saya waktu itu bebannya sangat besar, harus all out terjun memberikan pelayanan kepada masyarakat, on time jika masyarakatnya membutuhkan harus hadir.

Terus apa yang dibutuhkan masyarakat harus dipenuhi. Bagi saya itu bukan hal mudah apalagi saya punya tanggung jawab "domestik". Saya biasa ngurus rumah, ngurus dapur, keluarga saya, orangtua saya, jadi tidak pernah kepikiran tapi memang didorong suami saya waktu itu.

Apa alasan suami Anda waktu itu?
Jadi awalnya ada pertanyaan begini, "Apakah Kang Dedi (Mulyadi) tidak mempersiapkan kader untuk melanjutkan estafet kepemimpinan?".

Nah sebetulnya suami saya dan partainya sudah mempersiapkan estafet kepemimpinan di Purwakarta, ada waktu itu wakilnya, Pak Dadang Koswara.

Baca juga: Cuaca Bekasi Kamis 22 September 2022, Sore Hari Hujan Disertai Sambaran Petir, Waspada Angin Kencang

Baca juga: SIM Keliling Kota Bekasi Kamis 22 September 2022 di Bekasi Cyber Park (BCP), Cek Persyaratannya

Lalu Sekretaris Daerah Padil Karsoma juga, serta beberapa kader partai.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved