Berita Daerah

Cerita Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika: Gaya Kepemimpinan Saya Beda dengan Suami

Anne Ratna Mustika terpilih menjadi Bupati Purwakarta melanjutkan kepemimpinan suaminya Dedi Mulyadi yang menjadi bupati dua periode.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
Dok. Instagram (Pribadi)
Unggahan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika di akun instagram miliknya, yang mengucapkan hari jadi Dedi Mulyadi, suaminya, sekitar 23 pekan lalu. 

Akan tetapi dari beberapa survei elektabilitas, saya (unggul) jauh dibandingkan kader-kader yang dipersiapkan.

Atas dasar itulah saya didorong untuk maju.

Alhamdulillah setelah perjalanan proses Pilkada itu saya yang paling banyak perolehan suaranya.

Ketika sudah menjabat, tantangan apa yang dihadapi seorang Bupati Purwakarta?
Tentu kan gaya kepemimpinan saya berbeda dengan suami. Suami saya laki-laki, lebih berani.

Kalau perempuan itu sifatnya lebih hati-hati, lebih teliti. Jadi saya akan lebih hati-hati mengambil kebijakan dari mulai regulasi, harus jelas sasaran. Ibu-ibu kan senang beres-beres di rumah makanya itu semua terkait administrasi harus beres, rapih, tentu jangan sampai langkah ini menghambat pelayanan publik.

Baca juga: Kronologi Dua Wartawan Diculik dan Dianiaya, Dipukuli hingga Dipaksa Minum Air Kencing

Baca juga: Garis Polisi Dipasang di Lokasi Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Dua Wartawan

Walaupun tak seperti suami saya yang dulu selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, tapi dengan program yang saya punya, peran pemerintah akan tetap dirasa tanpa harus ada kehadiran saya.

Misalnya kami bangun mal pelayanan publik yang dapat mengurus semua keperluan pelayanan bagi masyarakat.

Dari 27 Kabupaten di Jawa Barat, hanya tiga yang sudah punya MPP, salah satunya kami Purwakarta.

Lalu, saya membangun "Saung Ambu Anne", di mana fungsinya sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang berada di desa-desa pelosok, jauh dari Puskesmas.

Kemudian waktu saya baru setahun (menjabat), seluruh desa sudah memiliki ambulans. Total 183 desa punya ambulans.

Baca juga: Wow, Ternyata Anggaran Karangan Bunga di Kota Bekasi Capai Rp. 1,1 Miliar, Lebih Besar dari Bogor

Baca juga: Anggaran Renovasi Ruang Sidang DPRD Kota Bekasi Senilai Rp 6 Miliar Dapat Kritikan

Ketika masyarakat yang sakit membutuhkan pelayanan, jelas itu (keberadaan ambulans) akan mempermudah.

Kemudian fasilitas-fasilitas Puskesmas ditingkatkan, siap merawat inap pasien supaya yang jaraknya jauh tidak perlu ke rumah sakit jika sakitnya hanya ringan.

Saya juga medelegasikan kewenangan sesuai dengan regulasi tentunya.

Saya ingin bahwa Purwakarta itu milik warga, bukan cuma terkesan milik saya, Ambu Anne.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved