Berita Daerah

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Gugat Cerai Dedi Mulyadi, MUI: Harus Hormati

Ketua MUI Purwakarta, KH Jhon Dien tanggapi soal Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi, suaminya.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
Dok. Instagram (Pribadi)
Unggahan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika di akun instagram miliknya, yang mengucapkan hari jadi Dedi Mulyadi, suaminya, sekitar 23 pekan lalu. 

TRIBUNBEKASI.COM - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi, suaminya. 

Gugatan cerai Ambu Anne sapaannya kepada Dedi Mulyadi anggota DPR RI itu telah terdaftar di Pengadilan Agama Purwakarta, dengan sidang pertama pada 5 Oktober 2022.

Terkait hal itu, Ketua MUI Purwakarta, KH Jhon Dien meminta masyarakat menghormati ranah pribadi Anne Ratna Mustika yang ajukan gugatan cerai pada Dedi Mulyadi.

"Setiap orang punya dunianya sendiri. Kami harus hormati. Tak ada orang yang ingin berpisah. Tak ada orang yang ingin bercerai tentu ada sebabnya, apalagi sekelas bupati," ujarnya saat dihubungi, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, perkara perceraian merupakan perbuatan yang dihalalkan, tapi perbuatan itu juga paling dibenci Allah.

Perceraian diperbolehkan dalam Islam sebagai pilihan terakhir jika tidak memungkinkan untuk melanjutkan pernikahan.

"Perbuatan halal yang paling dibenci Allah ialah cerai. Tapi memang langkah-langkah tertentu perlu diambil untuk memastikan semua opsi telah habis dan kedua pihak diperlakukan dengan hormat dan adil," ungkapnya.

Dia tak ingin lebih jauh mencampuri urusan tersebut.

Akan tetapi, dinilainya perkawinan merupakan suatu hal sakral yang harus dijaga dan dihormati.

Karena sakral dan sucinya hubungan perkawinan, maka berbagai cara harus ditempuh untuk menyelamatkan sakralitas dan keutuhannya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved