Berita Bekasi

Banyak Sampah di Aliran Kali Kabupaten Bekasi, Ini Penyebabnya Menurut Dinas Lingkungan Hidup

Rahmat Atong tak ingin menyalahkan pihak mana pun sehingga sebagai wilayah yang ada di hilir, petugas DLH Kabupaten Bekasi tetap harus angkut sampah.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Rahmat Atong. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG — Permasalahan sampah yang tersumbat di aliran sungai seputar Kabupaten Bekasi sering terjadi di setiap tahun.

Akibatnya, lagi-lagi petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi yang harus berjibaku melakukan pengangkutan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Rahmat Atong mengatakan terdapat beberapa faktor sehingga sampah-sampah sering tersumbat di Aliran sungai.

"Pertama sudah pasti karena kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih rendah. Dalam hal ini kami tak henti-hentimya selalu memberikan edukasi kepada masyarakat," ucap Rahmat Atong saat dikonfirmasi, Sabtu (24/9/2022).

Selain itu, faktor topografi Kabupaten Bekasi yang mayoritas wilayahnya berada di kawasan hilir menjadi salah satu penyebab utama.

Baca juga: Siap Berlaga di Liga 3, Persika 1951 Libatkan 70 Persen Pemain Kelahiran Karawang

Baca juga: Lowongan Kerja Bekasi: PT Bumitama Gunajaya Agro Buka Kesempatan Kerja Posisi Accounting Officer

Sampah-sampah tersebut, perlu diketahui, merupakan sampah bawaan dari wilayah kabupaten atau kota lain yang aliran sungainya tersambung hingga Kabupaten Bekasi.

Misalnya, Kali Jambe yang membelah wilayah Kecamatan Tambun di mana Aliran hulu sungai tersebut merupakan Kali Pete yang berada di Kota Bekasi.

Terlebih lagi, sampah-sampah dari TPA Sumur Batu sering berjatuhan ke aliran Kali Pete sehingga terbawa hingga ke Kali Jambe.

Merespons hal tersebut, Rahmat Atong tak ingin menyalahkan pihak mana pun sehingga sebagai wilayah yang berada di hilir, petugas DLH Kabupaten Bekasi tetap harus melakukan pengangkutan.

"Kami tetap jalin koordinasi dan komunikasi dengan wilayah lain. Tapi saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Karena memang wilayah kami berada di hilir, jadi tak bisa dihindari masalah sampah di sungai-sungai," kata Rahmat. 

Baca juga: Lowongan Kerja Karawang: Perusahaan Alih Daya Buka Lowongan Kerja Credit Marketing Officer

Baca juga: Ribuan Warga Nikmati Bakso Gratis Sebanyak 3.890 Porsi di Lapangan Karangpawitan Karawang

Jaring Permanen

Sebelumnya dikabarkan, Pemkab Bekasi baru saja melakukan pengangkutan sampah sebanyak 130 ton yang tersumbat di empat aliran sungai Kecamatan Tambun Selatan dan Tambun Utara.

Untuk mengantisipasi hal serupa agar tak terulang kembali, rencananya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Bakal melakukan pemasangan jaring-jaring sampah.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Rahmat Atong mengatakan jaring-jaring sampah yang dipasang akan terbuat dari bahan besi sehingga lebih kuat menahan aliran sungai.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved