Berita Bekasi

Banyak Sampah di Aliran Kali Kabupaten Bekasi, Ini Penyebabnya Menurut Dinas Lingkungan Hidup

Rahmat Atong tak ingin menyalahkan pihak mana pun sehingga sebagai wilayah yang ada di hilir, petugas DLH Kabupaten Bekasi tetap harus angkut sampah.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Rahmat Atong. 

"Tahun ini kita akan pasang jaring yang terbuat dari besi dan setiap dua sampai tiga minggu sekali kita angkat sampahnya. Untuk titiknya nanti akan kita sampaikan lagi," kata Rahmat Atong saat dikonfirmasi, Sabtu (24/9/2022).

Pemasangan jaring sampah di beberapa titik aliran sungai, lanjut Rahmat Atong, sudah pernah dilakukan beberapa kali. Namun jaring yang terpasang selalu hilang.

Baca juga: Soal Pemanfaatan Pulau Reklamasi, Gerindra Bela Anies, Sebut Ikuti Perpres

Baca juga: Partai Buruh Demo Bareng Petani, Said Iqbal Bertemu Pihak Istana Kepresidenan Sampaikan 3 Isu 

Baca juga: Denada Raih Penghasilan Besar Jadi Instruktur Senam Zumba, Ternyata Punya 3 Sertifikasi

Ia menduga jaring-jaring kerap hilang dikarenakan tak kuat menahan arus sungai. Oleh sebab itu, jaring-jaring sampah kali ini akan dibuat secara permanen.

"Jaringnya selalu hilang, entah karena terbawa arus atau ada yang nakal. Makanya kita mau pasang jaring lagi tapi yang terbuat dari besi. Nanti juga ada petugas yang diberikan kewenangan untuk menjaga jaring itu supaya tidak hilang lagi," ungkapnya.

Upaya mencegah banjir dengan membersihkan sampah di kali atau sungai sudah dilakukan.

Beberapa waktu lalu, sampah seberat 130 ton diangkat dari empat aliran sungai di Kecamatan Tambun Selatan dan Tambun Utara.

Proses pengangkatan sampah tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hari dengan melibatkan 17 orang dan 12 armada pengangkut sampah. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved