Berita Karawang

Pemkab Karawang Diminta Buat Aturan Wajib Tes HIV/AIDS Pra Nikah Cegah Penularan Makin Meluas

Iwan Somantri Amintapradja menyatakan sebanyak 260 ibu rumah tangga (IRT) dan 43 balita di Kabupaten Karawang terdeteksi virus HIV.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Istimewa
Ilustrasi - HIV/AIDS -- Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat diminta untuk membuat aturan yang mewajibkan pasangan yang hendak menikah atau pra nikah untuk menjalani tes HIV/AIDS. 

Hal itu berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Kasus HIV/AIDS ada 2.052 kasus, ini data kumulatif sejak tahun 1992 sampai Juni 2022," kata Juru Bicara KPA Karawang, Yana Aryana, kepada TribunBekasi.com, pada Rabu (31/8/2022).

Yana menjelaskan, rata-rata warga terkena HIV/AIDS merupakan usia produktif mulai 20 hingga 29 tahun. Namun dari data itu juga ada pelajar dan mahasiswa.

"Angka kumulatif usia produktif yang terinfeksi itu ada 684. Untuk pelajar ada 28 orang dan mahasiswa 25 orang," ucanya.

Dikatakannya, untuk penyebaran HIV/AIDS didominasi terjadi karena perilaku seks bebas.

Untuk itu, KPA Karawang selalu gencar melakukan sosialisasi mengenai HIV/AIDS mulai dari informasi tentang penyakitnya, penularannya, hingga penanganannya.

Pihaknya juga mulai menyasar remaja dalam kegiatan sosialisasi tersebut seperti di sekolah-sekolah dan kampus.

"Kita masuk ke Majlis Taklim, ke kader posyadu, hingga di dunia kerja, kita masuk ke perusahaan juga untuk kegiatan sosialisasi," ungkap dia.

Yana juga kembali menegaskan agar masyarakat menghindari seks bebas dan wajib setia dengan pasangannya. Kemudian jika mengalami gelaja HIV/AIDS untuk segera memeriksakan diri.

"Yang punya prilaku atau gejala ayo tes, semakin cepat semakin baik dalam penanganan, HIV sudah ada obatnya," tandasnya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved