Berita Kecelakaan

Cerita Pilu Iyus, Saudara Korban Kecelakaan Satu Keluarga, Dua Orang Tewas, di Tol JORR Kembangan

sosok Shafira juga sangat melekat diingatannya. Sebab, gadis lulusan Universitas Pakuan Bogor ini kerap kali minta dibuatkan seblak.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Rumah duka korban kecelakaan maut yang dialami satu keluarga di Jalan Sumur Bor At Taqwa 1 RT.006/RW.012, Kalideres, Jakarta Barat. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Suasana haru masih menyelimuti rumah duka korban kecelakaan maut yang dialami satu keluarga di Km 5+800 Tol JORR arah Kembangan, Jakarta Barat.

Diketahui, mobil Toyota Calya bernopol F-1303-RS mengalami kecelakaan di Km 5+800 Tol JORR, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (27/9/2022) kemarin.

Dalam musibah itu, dua dari enam orang yang ada di dalam mobil meninggal dunia. Sementara empat orang lainnya mengalami luka.

Iyus (55), keluarga korban, tengah merasakan duka mendalam karena dua anggota keluarganya yakni Ade Arkani (68) dan Shafira Bunga Agfary (22), meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut.

"Saya mendapatkan kabar itu sekitar pukul 08.30 WIB dari saudara saya juga. Saudara saya ditelepon oleh ibunya Shafira yang bernama Fany Indriany. Ibu Fany ini ada juga di dalam mobil tersebut. Dia selamat dan masih sadar makanya bisa telepon. Awalnya saya hanya mengetahui kalau kecelakaan saja belum mengetahui ada yang meninggal. Dibawalah ke rumah sakit di Cengkareng masuk IGD. Ada juga yang dibawa ke rumah sakit di  Tangerang soalnya mau divisum dulu. Terus saya datang ke rumah sakit, ibu Fany langsung kasih kabar kalau ibunya dan anaknya sudah meninggal. Saya langsung lemas rasanya," ucap Iyus dengan mata berkaca-kaca.

Sambil sesekali menghela nafas, perlahan Iyus menceritakan kembali awal mula musibah tersebut terjadi.

Baca juga: Pasca Kecelakaan Maut di Bekasi, Ridwan Kamil Dorong BPTJ Atur Jam Operasional Truk Bertonase

Baca juga: Aksi Tabur Bunga di Lokasi Kecelakaan Maut Penuh Haru, Para Guru Tak Kuasa Menahan Tangis

"Keluarga saya ini kan memang satu mobil itu dari arah Bogor menuju Jakarta ke Kalideres. Yang di sini (Kalideres) rumah si nenek, tetapi karena 6 bulan lalu nenek sakit maka dari itu dibawa ke Bogor tinggal bersama ibu Fany anaknya. Sebenarnya ke sini itu ingin melihat rumah nenek yang sudah kosong dan ingin ziarah ke makam suami nenek, tetapi sudah takdir Tuhan nenek dan cucunya dimakamkan bersebelahan dengan kakek," ungkap Iyus.

Terlebih, Iyus sangat dekat dengan Ade Arkani yang merupakan bibi kandungnya itu.

"Almarhum (Ibu Ade), memang sangat dekat dengan saya. Sebelum sakit si nenek ini dagang kopi dan mi instan di pinggir jalan gang rumah ini buka dari pagi sampai malam hari. Kalau saya jualan seblak. Kami bersebelahan jualannya. Saya terakhir bertemu pas almarhum sebelum sakit. Pekerja keras dan gigih sekali meskipun usianya sudah tak lagi muda. Kalau lagi dagang terus dia masak saya dibawain disuruh makan juga," ucapnya sambil berderai air mata.

BERITA VIDEO : KORBAN LUKA-LUKA TRUK TRAILER JALANI PERAWATAN DI RS ANANDA

Selain itu, sosok Shafira juga sangat melekat diingatannya. Sebab, gadis lulusan Universitas Pakuan Bogor ini kerap kali minta dibuatkan seblak.

"Shafira ini kan pendiam anaknya, almarhum kalau manggil saya kan uwa. Dia suka minta dibuatkan seblak kalau saya dagang. Uwa aku mau seblak, gitu mintanya suaranya kecil," imbuh dia.

Iyus melanjutkan, hingga saat ini terdapat empat anggota keluarganya yang masih berada di rumah sakit dan sekaligus menjadi korban yang selamat.

Di antaranya, pengemudi, suami bernama Agus Kristianto (50), mengalami luka-luka, Istri bernama Fany Indriany (45) mengalami luka-luka, anak kedua, Amara Kalifa Ashafa (11) mengalami luka-luka dan anak ketiga, Naeema Dahayu Mentari (3) mengalami luka-luka.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved