Berita Kriminal

Polisi Panggil Para Pelaku Penculikan dan Penganiayaan Wartawan di Karawang, Salah Satunya Oknum PNS

"Iya agenda hari ini (Senin malam--red) pemanggilan para terlapor ke Mapolres Karawang," kata Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Kantor Asosisasi Futsal Karawang (AFK) atau bangunan bekas kantor PSSI Karawang diduga menjadi lokasi penculikan dan penganiayaan dua wartawan Karawang oleh oknum PNS Karawang, diberi garis polisi oleh Kepolisian Polres Karawang 

"Jam 12 malam itu saya sudah di ruangan. Ruangan ditutup engga boleh ada yang masuk selain orang-orang dia, pegang HP pun terbatas," kata Gusti.

Dua orang wartawan di Kabupaten Karawang, yaitu Gusti Sevtian Gumilar dan Zaenal Mustofa, menjadi korban penculikan, penyekapan dan penganiayaan oleh sejumlah orang dan oknum pegawai negeri sipil (PNS).
Dua orang wartawan di Kabupaten Karawang, yaitu Gusti Sevtian Gumilar dan Zaenal Mustofa, menjadi korban penculikan, penyekapan dan penganiayaan oleh sejumlah orang dan oknum pegawai negeri sipil (PNS). (Istimewa)

Dia melanjutkan, saat itu juga oknun PNS menekan menanyakan keberadaan Zaenal. Sambil dicekoki minuman keras dan dipaksa minum air urine hingga dipukul beberapa kali.

Akhirnya Zaenal datang dan dilakukan hal serupa dengan melakukan penganiayaan hingga tak sadarkan diri.

"Dari 12 malam sampai pagi, saya sadarkan diri jam 11. Dievakuasi oleh saudara saya, saya dikasih tidur di hotel tidak boleh pulang. Saya pulang setengah enam lebih minggu sore," jelas dia.

Adapun penyebab penganiayaannya, menurut Gusti dia memang menulis status di akun facebook mengkritik acara sepakbola tersebut.

Dia mengaku harus ada yang diluruskan terkait acara lounching sepakbola tersebut. " Saya memang menyoroti Persika namun itu sekadar kritik," kata Gusti.

Sementara itu Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono membenarkan adanya laporan terkait tindakan penganiayaan tersebut.

"Sama-sama kita ketahui tadi malam korban sudah membuat laporan polisi ke Porles Karawang," kata Aldi.

Aldi menegaskan, atas laporan itu pihaknya menjalankan sesuai prosedur dan profesional.

"Proses hukumnya kan ada prosedur dan SOP. Yang jelas diatensi agar diproses sesuai proses hukum," tandasnya.  
 

 
 
 
 
 
 
 

 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved