Kabupaten Bekasi

Buang Bahan Berbahaya dan Beracun, Pemerintah Kabupaten Bekasi Jatuhkan Sanksi Perusahaan Keramik

"Prosesnya sendiri sudah berjalan sejak tiga bulan lalu, ada laporan dari masyarakat lalu dicek oleh DLH Kabupaten Bekasi," ucap Dani di lokasi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Pemerintah Kabupaten Bekasi menjatuhkan sanksi kepada PT SLK yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan di kawasan Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG BARAT --- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menjatuhkan sanksi kepada PT SLK yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan di kawasan Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Rabu (28/9/2022).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bidang Penaatan Hukum Lingkungan DLH Jabar Arif Budhiyanto.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menjelaskan pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi menerima laporan dari warga mengenai adanya pencemaran sungai dan udara yang dihasilkan oleh perusahaan yang memproduksi keramik beserta genteng tersebut.

"Prosesnya sendiri sudah berjalan sejak tiga bulan lalu, ada laporan dari masyarakat lalu dicek oleh DLH Kabupaten Bekasi," ucap Dani di lokasi.

Setelah diamati, dampak pencemaran lingkungan yang dihasilkan ternyata masuk kategori menengah hingga tinggi.

Oleh sebab itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan DLH Jabar.

Baca juga: Perusahaan Pembuang Limbah di Cikarang Barat Langgar Enam Aturan Pencemaran Lingkungan

Baca juga: Pencemaran Kali Sadang jadi Salah Satu Perhatian Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, Warga Wanasari Senang

"Risiko dampak lingkungan ternyata menengah tinggi dimana itu kewenangannya ada di Pemprov Jabar, maka kami laporkan ke DLH Pemprov Jabar, kemudian ditindaklanjuti, direspon, akhirnya diputuskan bahwa memang ada 13 item pelanggaran dalam aspek pengelolaan terutama limbah cair dan udara," ungkapnya.

Dani menjelaskan terdapat pelanggaran dalam proses pembuangan limbah hasil sisa produksi.

Didapati terdapat bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam proses produksi sehingga pembuangan limbah harus dilakukan sesuai prosedur.

BERITA VIDEO : PJ BUPATI BEKASI ULTIMATUM PERUSAHAAN YANG CEMARI SUNGAI

"Keramik, jadi ada keramik lantai, genteng, dan lainnya. Ada proses pencampuran kimia di situ ada di antaranya B3. Di situ penanganannya ternyata tidak sesuai dengan prosedur dan undang undang," kata Dani.

Sementara itu, Arif menjelaskan perusahaan tersebut melakukan pelanggaran Pasal 100 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Pihak perusahaan diminta untuk melakukan perbaikan mengenai manajemen pengelolaan limbah beserta izin-iziin yang lainnya.

"Seperti yang ada di aturan paksaan dari pemerintah, bisa dilakukan pembekuan izin sementara atau ditingkatkan ke dalam ranah pidana sesuai dengan Pasal 100 UU Lingkungan Hidup," ucap Arif. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved